PSYCHOLOGICAL WELL BEING PADA REMAJA BROKEN HOME DI PANTI ASUHAN AISYIYAH BONTANG

Widyanni’mah, Zulfani (2020) PSYCHOLOGICAL WELL BEING PADA REMAJA BROKEN HOME DI PANTI ASUHAN AISYIYAH BONTANG. S1 thesis, Jurusan Psikologi Universitas Negeri Yogyakarta.

[img] Text
Skripsi PWB.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (2MB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya fenomena remaja broken home yang tinggal di panti asuhan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran psychological well being (PWB) pada remaja broken home yang tinggal di Panti Asuhan Aisyiyah. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 4 remaja putri. Pengambilan data dilakukan dengan proses wawancara. Pengujian keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan metode trianggulasi. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini merujuk pada model interaktif menurut Miles dan Huberman (2007). Hasil dari penelitian ini menunjukkan keempat subjek belum menerima perceraian yang terjadi diantara kedua orangtua mereka di masa lalu. Tiga subjek cenderung memandang diri mereka sebagai individu yang lebih banyak memiliki kekurangan daripada kelebihan. Namun disisi lain, keempat subjek merasa puas dengan hubungan sosialnya saat ini. Mereka juga memiliki kemandirian dalam hal mengurus diri mereka sehari-hari. Namun hanya satu subjek yang kurang mampu dalam meregulasi emosi dan perilaku. Keempat subjek memiliki rasa penguasaan dan kompetensi dalam mengelola aktivitas yang kompleks. Selama tinggal di panti, keempat subjek merasa banyak perubahan yang positif dalam diri mereka. Masing-masing dari mereka juga telah memiliki tujuan dan arah dalam hidupnya. Kata kunci: psychological well being, remaja, broken home, panti asuhan This research is motivated by the phenomenon of broken home adolescent who live in orphanages. The purpose of this study was to determine the description of psychological well being (PWB) in broken home adolescents who lived in the Aisyiyah’s Orphanage. Subjects in this study were 4 girls adolescents. Data is collected by interview process. Testing the validity of the data in this study using the triangulation method. Data analysis techniques used in this study refer to the interactive model according to Miles & Huberman (2007). The results of this study indicate that all four subjects have not received the divorce that occurred between their parents in the past. Three subjects tend to see themselves as individuals who have more weakness rather than strengths. But on the other hand, all four subjects were satisfied with their current social relations. They also have independence in terms of taking care of themselves everyday. But only one subject is less able to regulate emotions and behavior. All four subjects have a sense of mastery and competence in managing complex activities. During their stay at the orphanage, all four subjects felt many positive changes in themselves. Each of them also have a purpose and direction in their life. Keyword: psychological well being, adolescent, broken home, orphanage

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: Filsafat. Psikologi. Agama > Psikologi
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan > Psikologi
Depositing User: Jurusan Psikologi
Date Deposited: 14 Feb 2020 03:06
Last Modified: 17 Feb 2020 06:17
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/67545

Actions (login required)

View Item View Item