Learning Continuum Memuat Pendapat Pakar Tentang Aspek Genetika Ditinjau dari Level Kompetensi dan Karakteristik Materi Pedagogik Spesifik pada Pendidikan Dasar sampai Menengah

Orizasativa, Liandra and Subali, Bambang (2019) Learning Continuum Memuat Pendapat Pakar Tentang Aspek Genetika Ditinjau dari Level Kompetensi dan Karakteristik Materi Pedagogik Spesifik pada Pendidikan Dasar sampai Menengah. S2 thesis, Program Pascasarjana.

[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (680kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab I.pdf

Download (78kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab II.pdf

Download (183kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab III.pdf

Download (60kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab IV.pdf

Download (186kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab V.pdf

Download (52kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (72kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Lampiran.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Pembelajaran biologi khususnya genetika yang saling tumpang tindih membuat materi tidak berkesinambungan. Salah satu penyebabnya dikarenakan materi tidak disesuaikan dengan perkembangan peserta didik dan daya kemampuan berpikirnya. Peserta didik yang belajar tidak sesuai dengan perkembangannya pasti akan kesulitan dalam memahami materi pelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapat pakar pendidikan biologi mengenai learning continuum materi pedagogik spesifik aspek genetika. Pakar pendidikan biologi dalam hal ini adalah dosen-dosen pendidikan biologi sebagai responden untuk diminta pendapatnya mengenai learning continuum materi aspek genetika. Metode yang digunakan yakni survei dengan membagikan 85 koesioner pada sampel convenience. Penelitian dilakukan di 5 provinsi yaitu jawa barat, Jakarta, jawa tengah, Yogyakarta dan jawa timur. Teknik analisis data menggunakan analisis data deskriptif yaitu dengan mendeskrpsikan data yang telah terkumpul dengan hasil apa adanya. Hasil yang diperoleh yaitu hampir semua pakar pendidikan biologi berpendapat bahwa materi aspek genetika dominan diajarkan di kelas XII. Hanya 25 % yang berpendapat diajarkan di kelas IX. Tentu saja hal ini dapat ditarik kesimpulan bahwasannya materi aspek genetika mulai diajarkan di sekolah menengah pertama kelas IX kemudian diajarkan kembali di sekolah menengah atas kelas XII dengan level yang berbeda dan cakupan materi yang lebih kompleks. Semakin tinggi jenjang sekolah maka semakin meningkat level kognitif yang harus diperoleh peserta didik. Materi yang diajarkan sebaiknya disusun sesuai perkembangan peserta didik, sehingga peserta didik tidak kesulitan dalam memahami pelajaran.

Item Type: Thesis (S2)
Uncontrolled Keywords: learning continuum, biologi, genetika.
Subjects: Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Biologi
Divisions: Program Pascasarjana > Pendidikan Biologi
Depositing User: Perpustakaan Pascasarjana
Date Deposited: 16 Jan 2020 03:40
Last Modified: 16 Jan 2020 03:40
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/67140

Actions (login required)

View Item View Item