Penerapan Model Pembelajaran Pemecahan Masalah Berbasis Representasi Multipel Pada Materi Kesetimbangan Kimia Terhadap Efikasi Diri Dan Prestasi Kognitif Siswa

Tima, Maria Tensiana (2018) Penerapan Model Pembelajaran Pemecahan Masalah Berbasis Representasi Multipel Pada Materi Kesetimbangan Kimia Terhadap Efikasi Diri Dan Prestasi Kognitif Siswa. S2 thesis, UNY.

[img] Text
tesis-maria-tensiana-tima-16728251007.swf

Download (4MB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) jenis representasi kimia dan indikator efikasi diri yang paling sulit dan paling mudah dijawab oleh siswa, (2) perbedaan efikasi diri, prestasi belajar kognitif, dan perbedaan efikasi diri dan prestasi belajar kognitif siswa antara penerapan model pembelajaran pemecahan masalah berbasis representasi multiple dengan model pembelajaran pemecahan masalah pada materi kesetimbangan kimia. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan desain penelitian non equivalen control grup dan posttest only design. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI MIPA yang terdiri dari dua grup yaitu grup eksperimen terdiri dari 26 siswa (11 laki-laki dan 15 perempuan) dan grup kontrol terdiri dari 24 siswa (15 laki-laki dan 9 perempuan). Grup eksperimen diterapkan model pembelajaran pemecahan masalah berbasis representasi multipel, sedangkan grup kontrol diterapkan model pembelajaran pemecahan masalah. Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data meliputi soal tes untuk mengukur prestasi kognitif siswa dan angket untuk mengukur efikasi diri siswa. Analisis data menggunakan RASCH Model untuk mengetahui jenis representasi kimia dan indikator efikasi diri yang paling sulit dan paling mudah dijawab oleh siswa. Perbedaan efikasi diri dan prestasi siswa antara grup eksperimen dengan grup kontrol diukur menggunakan MANOVA. Hasil penelitian menunjukkan (1) Jenis representasi kimia yang paling sulit dijawab oleh siswa pada grup eksperimen adalah representasi matematika sedangkan representasi kimia yang paling mudah dijawab adalah representasi simbolik dan makroskopik. Sementara pada grup kontrol, jenis representasi yang paling sulit dijawab adalah representasi submikroskopik dan matematika sedangkan representasi kimia yang paling mudah dijawab adalah representasi simbolik. Indikator efikasi diri yang paling sulit disetujui oleh siswa pada grup eksperimen adalah indikator memotivasi diri sedangkan indikator yang paling mudah disetujui adalah indikator pencapaian prestasi akademik. Sementara pada grup kontrol, indikator yang paling sulit disetujui oleh siswa adalah indikator pencapaian prestasi akademik sedangkan indikator yang paling mudah disetujui oleh siswa adalah indikator ketekunan, (2) Terdapat perbedaan efikasi diri, prestasi kognitif, dan efikasi diri dan prestasi kognitif siswa antara grup eksperimen dengan grup kontrol. Siswa pada grup eksperimen memiliki efikasi diri, prestasi kognitif dan efikasi diri dan prestasi kognitif yang lebih baik dari grup kontrol.

Item Type: Thesis (S2)
Uncontrolled Keywords: Pemecahan masalah, representasi multipel, efikasi diri, prestasi kognitif
Subjects: Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Kimia
Divisions: Program Pascasarjana > Pendidikan Kimia
Depositing User: Perpustakaan Pascasarjana
Date Deposited: 17 Sep 2018 03:57
Last Modified: 09 May 2019 09:01
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/59821

Actions (login required)

View Item View Item