KAIN JUMPUTAN DI KAMPUNG TAHUNAN UMBULHARJO YOGYAKARTA

JUWITA, HESA KURNIA (2018) KAIN JUMPUTAN DI KAMPUNG TAHUNAN UMBULHARJO YOGYAKARTA. S1 thesis, Pendidikan Seni Kerajinan.

[img]
Preview
Text
HesaKurniaJuwita(13207244007).pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Kain Jumputan di Kampung Tahunan Umbulharjo Yogyakarta ditinjau dari keberadaan atau eksistensi kain jumputan tersebut, dan proses jumputan. Jenis penelitian adalahdeskriptif kualitatif. Data dalam penelitian berupa kata-kata dan tindakan yang diperoleh dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen utama dalam penelitian adalah peneliti sendiri dengan dibantu pedoman observasi, dokumentasi, dan wawancara. Alat bantu penelitian yang digunakan berupa kamera digital, dan peralatan tulis. Keabsahan data diperoleh dengan teknik triangulasi. Teknik analisis data dengan cara reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan atau verifikasi.. Hasil penelitian menunjukkan (1) Keberadaan kain jumputan di kampung Tahunan pada saat LPMK Tahunan (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan) mengundang 45 LPMK sekota pada tahun 2010 dalam rangka mengenalkan jumputan dan pelatihan. Respon positif dari sebagian besar ibu-ibu tersebut ternyatamendapat dukungan dari Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Kelurahan Tahunan. Alhasil LPMK Kelurahan Tahunan memfasilitasi para ibu-ibu tersebut dalam bentuk dana serta pelatihan pembuatan teknik jumput pada awal tahun 2011. Setelah adanya pelatihan pada awal tahun 2011 sekarang banyak ibu-ibu memiliki ketrampilan jumputan, meningkatkan ekonomi, menjadikan kampung Tahunan menjadi kampung wisata, meningkatkan pemberdayaan wanita, dan jumputan menjadi ikon pemberdayaan masyarakat kelurahan Tahunan (2) Dalam pembuatan jumputan, proses pertama membuat disain motif, dijiplak dikain, kemudian diikat atau dijelujur, kemudian kain di rendam di air yg sudah di campur dengan TRO, dan setelah itu celup kain dalam pewarna, kemudian kain yang telah dicelup warna dijemur, proses pewarnaan di lakukan tiga kali pencelupan warna, lalu bilas kain yg sudah dicelup warna tadi dengan air biasa, setelah kain sudah kering lepas ikatannya atau didedeli, setelah itu kain distrika dan kain jumputan siap jual. Keunikan dari proses jumputan yang ada di kampung tahunan ini pada saat meracik warna dan menyalin pola di kain menggunakan sepidol.

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: Seni dan Budaya > Seni Rupa
Divisions: Fakultas Bahasa, Seni dan Budaya (FBSB) > Pendidikan Seni Rupa > Pendidikan Kriya
Depositing User: Admin Pendidikan Seni Kerajinan FBS
Date Deposited: 26 Jun 2018 07:38
Last Modified: 30 Jan 2019 16:36
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/57463

Actions (login required)

View Item View Item