BONEKA KAYU SEBAGAI INSPIRASI PENCIPTAAN LUKISAN

Aji Basudewa, Aji (2012) BONEKA KAYU SEBAGAI INSPIRASI PENCIPTAAN LUKISAN. S1 thesis, FBS UNY.

[img]
Preview
Text
abstrak-AJIBASUDEWA-PSR.pdf

Download (2MB) | Preview

Abstract

BONEKA KAYU SEBAGAI INSPIRASI PENCIPTAAN LUKISAN TUGAS AKHIR KARYA SENI (TAKS) Diajukan Kepada Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan oleh Aji Basudewo NIM 06206241036 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SENI RUPA FAKULTAS BAHASA DAN SENI UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2012 1 A. PENDAHULUAN Boneka merupakan barang mainan atau sebuah karya yang sangat sederhana, tetapi di balik kesederhanaan itu boneka merupakan sebuah hasil karya manusia yang sangat menarik untuk dipelajari. Di Indonesia juga memiliki beberapa macam bentuk boneka misalnya wayang golek dan wayang purwo, wayang klithik, boneka kayu unyil. Secara fisik boneka pada umumnya memiliki tangan, kaki, wajah, separti halnya fisik pada manusia. Boneka juga dapat disebut sebagai hasil ciptaan manusia yang paling tua dan paling dekat pada kehidupan manusia. (http://icecoffeeblend.blogspot.com/2007/11/sejarah-boneka.html) Penulis menganggap boneka merupakan sebuah simbol dari perilaku manusia. Sebagai simbol, boneka bahan kayu digunakan sebagai personifikasi manusia dengan berbagai perilakunya dan sebagai simbol dinamika manusia dengan berbagai permasalahnnya. Setiap manusia, mulai manusia di lahirkan sampai mati dan terus berulang sampai pada masanya, setiap individu manusia selalu di jejali oleh sistem atau aturan-aturan tertulis maupun aturan yang tidak tertulis. Kemudian penulis berpikiran bahwa kita hidup seakan berada di atas panggung dan dikendalikan oleh seorang dalang. Dalang disini penulis ibaratkan sebuah sistem itu sendiri dan manusia saya gambarkan menjadi sebuah boneka. Boneka atau dalam bahasa Portugis boneca adalah sejenis mainan yang dapat berbentuk macam-macam, terutamanya manusia atau hewan, serta tokohtokoh fiksi. Boneka bisa dikatakan salah satu mainan yang paling tua, karena pada zaman Yunani, Romawi ataupun Mesir kuno saja boneka sudah ada. Namun fungsi, bentuk, maupun bahan pembuatnya ternyata berbeda sekali antara dulu dan sekarang. (Wikipedia bahasa Indonesia). Penulis sangat tertarik dengan boneka bahan kayu karena memiliki karakter visual tersendiri, yaitu terkesan memiliki irama tekstur pada serat kayu, bentuk dan boneka bahan kayu merupakan karya atau benda yang sangat dekat dengan kehidupan pribadi karena sejak kecil penulis dibesarkan di lingkungan pengrajin dan pematung kayu sehingga penulis mengangkat boneka kayu sebagai simbol yang dapat mewakili tema kehidupan sosial dalam karya lukis saya. 2 Boneka menurut penulis mewakili watak dan sifat yang dimiliki manusia, misal pemarah, pembohong, baik dan buruk. Boneka sendiri dapat di buat dengan berbagai ekspresi wajah sesuai sifat dan watak yang dimiliki manusia. Hal inilah yang memberikan ide dan gagasan dalam penciptaan lukisan. Semua ini akan penulis ekspresikan dalam bentuk karya lukisan dengan subject matter boneka bahan kayu untuk mendapatkan estetika yang penulis inginkan. B. KAJIAN TEORI Seni merupakan sesuatu yang dilakukan oleh orang bukan atas dorongan kebutuhan pokoknya, melainkan adalah apa yang dilakukan semata-mata atas dorongan kemewahan, kenikmatan dan atas dorongan spiritual (Mike Susanto, 2011: 354). Seni lukis merupakan karya seni rupa dua dimensional yang menampilkan unsur warna, bidang garis, bentuk, dan tekstur. Menurut Leo Tolstoi, seni adalah ungkapan perasaan seniman yang disampaikan kepada orang lain agar mereka dapat merasakan apa yang dirasakannya (Jakob Sumardjo, 2000: 62). Seni sebagai ekspresi merupakan hasil ungkapan batin seorang seniman yang terbabar ke dalam karya seni lewat medium dan alat ( Dharsono Sony Kartika, 2004: 6). a. Simbolisme Simbol muncul dalam konteks yang sangat beragam dan digunakan untuk berbagai tujuan. WJS Poerwadarminto menyebutkan bahwa simbol adalah semacam tanda, lukisan, perkataan, lencana, dan sebagainya yang menyatakan sesuatu hal atau mengandung maksud tertentu (Alex Sobur, 2006: 156). Seniman dapat menorehkan tulisan, huruf, atau material berbeda eleman lainnya pada sebuah karya sebagai identitas atau karakter pribadi. Dalam diksi rupa (2011: 364), simbol adalah satu bentuk tanda yang semu natural, yang tidak sepenuhnya arbiter (terbentuk begitu saja) atau termotivasi. Simbol merupakan sesuatu yang digunakan untuk menunjuk sesuatu yang lain, berdasarkan kesepakatan kelompok orang. 3 b. Ekspresi dalam seni lukis Seni sebagai ekspresi merupakan hasil ungkapan batin seniman yang terbabar ke dalam karya seni lewat medium dan alat. Dalam hal ini Jakob Sumardjo (2000: 74), mengungkapkan, ekspresi dalam seni adalah mencurahkan perasaan tertentu dengan gembira. Jadi ekspresi dalam seni lukis adalah ungkapan perupa dalam menyampaikan maksud, perasaan dan pikiran dalam bentuk lukisan. Ekspresi dapat berwujud tema, teknik, gaya, sebagai hasil daya gubah perupa terhadap ide yang ingin disampaikan, dengan memanfaatkan elemen-elemen seni serta mempertimbangkan prinsip-prinsip dasar penciptaan lukisan. c. Narasi simbolik dalam seni lukis Narasi atau narrative (inggris) secara leksikal berarti cerita atau kisah. Dalam kesusastraan, narasi (cerita) memiliki berbagai unsur yang bisa dibagi ke dalam dua kategori, yakni unsur intrinsik dan ekstrinsik (Acep Iwan Saidi, 2008: 22). Bentuk narasi adalah berbagai elemen yang saling berhubungan sehingga membentuk sebuah bangun cerita. Sedangkan aspek tematik narasi adalah hal yang terkandung di balik bentuk tersebut, yang tidak lain berupa pesan, makna, nilai yang keseluruhannya bisa disebut sebagai inti pengetahuan Simbol adalah suatu tanda dimana hubungan tanda dan detonasinya ditentukan oleh suatu peraturan yang berlaku umum atau ditentukan oleh suatu kesepakatan bersama (konvensi). Dalam diksi rupa (Mikke Susanto, 2011: 364), simbol merupakan satu bentuk tanda yang semu arbiter ( terbentuk begitu saja) atau termotivasi. Narasi simbolik dalam seni lukis merupakan cara perupa dalam melihat, mengamati, merekam, merenungkan serta memberi makna pada peristiwaperistiwa yang dialami sendiri maupun yang terjadi di lingkungan dan diceritakan kembali melalui bentuk-bentuk yang telah mengalami transformasi dan merupakan wujud dari pengalaman emosional perupa. 4 d. Originalitas Karya Dalam berkarya penulis pertama kali melakukan observasi secara langsung maupun secara tidak langsung terhadap dinamika kehidupan sosial di masyarakat. Observasi tersebut bertujuan untuk mengkaji isu-isu dan situasi yang dialami oleh masyarakat saat ini. Kemudian dari apa yang didapat dari proses tersebut, penulis menuangkan ide dan gagasan di atas bidang gambar berupa kanvas. Penulis sadar bahwa seorang perupa tidak dapat dilepaskan dari pengaruh lingkungan sekitarnya, baik lingkungan sebagai sumber inspirasi, objek berkarya, maupun lingkungan sebagai penikmat. C. PROSES VISUALISASI Ide melukis, berawal dari ketertarikan terhadap boneka kayu karena boneka kayu sendiri memiliki bentuk dan karakter yang berbeda satu dengan lainnya yaitu menyerupai manusia, binatang dan makhluk hidup yang terkesan memiliki guratan-guratan serat kayu, berirama dan tekstur. Hal tersebut seolaholah tidak ada habisnya untuk digubah, dipikirkan, dan dijadikan sebagai sumber inspirasi dalam melukis. Objek lukisan didominasi gubahan bentuk dari boneka kayu manusia. Hal ini didasari pemikiran bahwa boneka kayu manusia ternyata dapat dijadikan sebagai subject matter yang mewakili ide dan gagasan untuk menciptakan lukisan, karena dari manusia itu sendiri bersifat universal. Hal ini didasari pemikiran bahwa manusia selain mempunyai bentuk dan karakter unik, juga merupakan makhluk dinamis yang terus-menerus menjadi aktual sepanjang hidupnya. Visualisasi lukisan diwujudkan dengan melakukan penggubahan bentuk dengan metafora melalui pendekatan simbolisme boneka kayu sebagai wujud personifikasi dari manusia, yaitu dengan penggayaan pada bentuk boneka kayu dan menambahkan media atau bahan lain sesuai yang diinginkan, dengan tujuan untuk memperoleh bentuk yang baru. Kesemuanya menampilkan bentuk-bentuk baru dengan karakteristik seperti bentuk boneka kayu yang memiliki kesan visual dengan penambahan 5 media baru kedalam lukisan. Dalam penciptaannya menggunakan penyusunan elemen garis, warna, bentuk, tekstur serta mempertimbangkan prinsip-prinsip dasar seni rupa. D. KESIMPULAN Proses penciptaan bentuk dalam lukisan cenderung melakukan penggubahan bentuk dengan metafora melalui pendekatan simbolisme boneka kayu sebagai wujud personifikasi dari manusia, dengan menampilkan berbagai bentuk boneka kayu yang dikombinasikan dengan figur lain seperti baju, mainan, benda elektronik, dasi dan dipadukan elemen-elemen lain yaitu tulisan dan kolase untuk mempertegas tema. Bahan yang digunakan adalah kanvas, kertas, cat, dan bollpint dengan menerapkan teknik opoque, arsir, aquarel dan kolase. Proses visualisasi pertama kali adalah melakukan observasi secara langsung maupun secara tidak langsung terhadap dinamika kehidupan sosial di masyarakat. Observasi tersebut bertujuan untuk mengkaji isu-isu dan situasi yang dialami oleh masyarakat saat ini. Kemudian dari apa yang didapat dari proses tersebut, penulis menuangkan ide atau gagasan di atas bidang gambar berupa kanvas. Kemudian diawali dengan membuat sketsa bentuk global dengan goresan pensil pada bidang kanvas, lalu objek diberi warna gelap terlebih dahulu selanjutnya diberi warna bertahap sesuai dengan yang diinginkan. Karya yang dihasilkan sebanyak 10 karya lukisan, masing-masing adalah 8 karya bermedia akrilik, oil, ballpoint di kanvas dengan judul Spekulasi, Trend, Buta Bisu dan Tuli, Impian, Untitled, Tak Terkotakkan, Women, Nurani, dan 2 buah karya bermedia akrilik, oil, kolase di atas kanvas diantaranya berjudul, Save Your Child, History, dengan tahun pembuatan 2009, 2011 dan 2012

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: Seni dan Budaya > Seni Rupa
Divisions: Fakultas Bahasa dan Seni > Pendidikan Seni Rupa
Depositing User: Admin Pendidikan Seni Rupa FBS
Date Deposited: 17 Sep 2012 08:26
Last Modified: 17 Sep 2012 08:26
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/5666

Actions (login required)

View Item View Item