ANALISIS SISTEM ANTREAN MULTIPLE PHASE DI PELAYANAN OBAT PASIEN RAWAT JALAN RSUP dr. SOERADJI TIRTONEGORO KLATEN

Setyaningsih, Arum and Sari, Eminugroho Ratna (2017) ANALISIS SISTEM ANTREAN MULTIPLE PHASE DI PELAYANAN OBAT PASIEN RAWAT JALAN RSUP dr. SOERADJI TIRTONEGORO KLATEN. S1 thesis, UNY.

[img] Text
ABSTRAK.rtf

Download (111kB)
[img]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (335kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB II.pdf

Download (896kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB III.pdf

Download (360kB) | Preview
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (804kB)
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (263kB)
[img]
Preview
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (99kB) | Preview
[img] Text
FULL SKRIPSI.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)
[img] Text
HALAMAN JUDUL.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (806kB)
[img] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract

Pelayanan obat pasien rawat jalan RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten Sistem antreannya menggunakan model multiple phase yaitu sistem antrean yang terdiri lebih dari satu server yang tersusun secara seri atau terdiri dari beberapa phase. Standar pelayanan yang diterapkan pada pelayanan obat pasien rawat jalan kurang lebih selama 60 menit. Sistem antrean bagian pelayanan obat pasien rawat jalan terdiri dari 2 phase yaitu layanan penerimaan resep (phase 1) dan layanan penyerahan obat (phase 2). Tujuan dari penulisan skripsi ini adalah mengetahui model antrean, menjelaskan ukuran-ukuran keefektifan dan solusi optimal pada proses pelayanan obat pasien rawat jalan. Data yang dianalisis diambil pada hari Senin 13 Maret 2017, Selasa 7 Maret 2017, dan Rabu 8 Maret 2017 mulai pukul 08.00 sampai dengan 11.00 WIB. Pengambilan data dilakukan dengan metode wawancara dan observasi. Data kedatangan dan pelayanan pada tiap phase yang diperoleh kemudian dikelompokkan per 5 menit untuk phase 1 dan per 30 menit untuk phase 2. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan steady state, menguji apakah data tersebut terdistribusi Poisson atau tidak, menentukan model antrean dan ukuran keefektifan dari tiap phase. Model phase 1 hari Senin dan Selasa adalah M/G/1: FCFS/∞/∞, hari Rabu adalah M/M/1: FCFS/∞/∞. Sedangkan model phase 2 pada Senin dan Selasa adalah G/M/2: FCFS/∞/∞, hari Rabu adalah M/M/2: FCFS/∞/∞. Apabila data tidak steady state, maka ukuran keefektifan dicari dengan simulasi Monte Carlo. Hasil analisis hari Senin13 Maret 2017 pada pelayanan obat pasien dalam bentuk racikan diperoleh rata-rata waktu menunggu dalam sistem dan panjang antrean dalam sistem ( masing-masing 213,89 menit dan 23 pasien. Hari Selasa 7 Maret 2017 diperoleh nilai dan 207,52 menit dan 22 pasien. Hari Rabu 8 Maret 2017 diperoleh nilai dan 203,03 menit dan 21 pasien. Hasil analisis menunjukkan bahwa sistem antrean belum optimal. Sistem antrean akan optimal jika ditambah 1 server. Apabila dengan simulasi Monte Carlo, maka kapasitas sistem harus dibatasi sampai mencapai hasil optimal. Berdasarkan simulasi Monte Carlo, hari Senin 13 Maret 2017 diperoleh dan 59,80 menit dan 7 pasien. Hari Selasa 7 Maret 2017 diperoleh nilai dan 59,91 menit dan 8 pasien. Hari Rabu 8 Maret 2017 diperoleh nilai dan 59,70 menit dan 8 pasien.

Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: antrean multiple phase, steady state, simulasi Monte Carlo
Subjects: Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Matematika
Divisions: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Jurusan Pendidikan Matematika > Matematika
Depositing User: Jurusan Pendidikan Matematika
Date Deposited: 27 Sep 2017 06:01
Last Modified: 27 Sep 2017 06:01
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/52859

Actions (login required)

View Item View Item