Pengaruh Latihan Continuous dan Interval terhadap Lingkar Pinggang, Tekanan Darah, Kadar Trigliserida, HDL, dan Glukosa Darah Penderita Sindrom Metabolik.

Mahardika, Pradana Prisma (2017) Pengaruh Latihan Continuous dan Interval terhadap Lingkar Pinggang, Tekanan Darah, Kadar Trigliserida, HDL, dan Glukosa Darah Penderita Sindrom Metabolik. S2 thesis, UNY.

[img] Text
tesis-pradana-prisma-mahardika-15711251065.swf

Download (2MB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkapkan: (1) pengaruh latihan continuous dan latihan interval terhadap lingkar pinggang, tekanan darah, kadar trigliserida, HDL, dan glukosa darah puasa; (2) perbedaan pengaruh antara latihan continuous dan latihan interval terhadap lingkar pinggang, tekanan darah, kadar trigliserida, HDL, dan glukosa darah puasa; dan (3) latihan yang terbaik dalam perbaikan komponen sindrom metabolik. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan menggunakan rancangan randomized group pretest-posttest design. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Sekaran, Kabupaten Lamongan. Sampel penelitian adalah 21 pasien Puskesmas tersebut yang diseleksi sesuai kriteria inklusi (dengan sindrom metabolik), meliputi 10 orang masuk kelompok latihan continuous dan 11 orang masuk kelompok latihan interval. Penelitian ini tidak menggunakan kelompok kontrol dengan alasan penelitian ini hanya ingin membandingkan dua bentuk latihan. Latihan continuous dilakukan dalam intensitas 70% DNM, 40 menit, 3 kali seminggu, selama 8 minggu, sedangkan latihan interval dilakukan dalam intensitas 75% DNM, 40 menit, 3 kali seminggu, selama 8 minggu. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan repeated measurement anova, uji-t, dan anakova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latihan continuous berpengaruh terhadap lingkar pinggang (p = 0,000), tekanan darah sistolik (p = 0,001) dan tekanan darah diastolik (p = 0,005), dan kadar trigliserida darah (p = 0,006). Latihan interval berpengaruh terhadap lingkar pinggang (p = 0,014), kadar trigliserida darah (p = 0,001), kadar HDL darah (p = 0,033), dan kadar glukosa darah puasa (p = 0,004). Terdapat perbedaan pengaruh antara latihan continuous dan latihan interval terhadap lingkar pinggang dan kadar trigliserida darah. Latihan continuous lebih berpengaruh pada lingkar pinggang, sedangkan latihan interval pada kadar trigliserida. Secara keseluruhan, latihan interval lebih baik dari pada latihan continuous. Latihan interval memberikan persentase perubahan variabel yang lebih tinggi dibanding latihan continuous.

Item Type: Thesis (S2)
Uncontrolled Keywords: latihan continuous, latihan interval, sindrom metabolik
Subjects: Olahraga
Divisions: Program Pascasarjana > Ilmu Keolahragaan
Depositing User: Perpustakaan Pascasarjana
Date Deposited: 15 Aug 2017 02:28
Last Modified: 09 May 2019 08:07
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/52085

Actions (login required)

View Item View Item