PENGEMBANGAN VIRTUAL LABORATORY IPA BERPENDEKATAN INKUIRI TERBIMBING MATERI OSMOSIS UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN ANALISIS PESERTA DIDIK KELAS VIII SMP

Rahmawati, Sarah (2017) PENGEMBANGAN VIRTUAL LABORATORY IPA BERPENDEKATAN INKUIRI TERBIMBING MATERI OSMOSIS UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN ANALISIS PESERTA DIDIK KELAS VIII SMP. S1 thesis, FMIPA UNY.

[img]
Preview
Text
abstrak.pdf

Download (259kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (56kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB II.pdf

Download (328kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB III.pdf

Download (676kB) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (29kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui kelayakan virtual laboratory IPA berpendekatan inkuiri terbimbing materi Omosis menurut dosen ahli dan guru IPA SMP; (2) mengetahui respon peserta didik terhadap virtual laboratory IPA berpendekatan inkuiri terbimbing materi Osmosis; dan (3) mengetahui peningkatan kemampuan analisis siswa setelah menggunakan virtual laboratory IPA berpendekatan inkuiri terbimbing materi Osmosis. Penelitian ini menggunakan model pengembangan 4-D, yang dikembangkan oleh S. Thiagarajan, Dorothy S. Semmel, dan Melvyn I. Semmel. Model pengembangan ini terdiri dari empat tahapan yaitu pendefinisian (Define), perancangan (Design), pengembangan (Develop), dan penyebarluasan (Disseminate). Tahapan pendefinisin untuk memperoleh informasi permasalahan yang dihadapi dalam pembelajaran IPA. Tahapan perancangan yakni merencanakan pemenuhan kebutuhan media pembelajaran berdasarkan permasalahan pada tahap pendefinisian. Tahap pengembangan yakni tahapan validasi yang dilakukan oleh dosen ahli dan guru IPA SMP dan uji produk. Tahap penyebarluasan produk dilakukan secara terbatas di SMP Negeri 1 Minggir. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa lembar penilaian kelayakan dosen ahli dan guru IPA SMP, angket respon peserta didik, dan soal pretest-posttest. Teknik analisis data kelayakan produk oleh dosen ahli, guru dan respon peserta didik adalah dengan menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif, sedangkan peningkatan kemampuan analisis dilakukan dengan perhitungan gain score ternormalisasi (N-gain score). Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) virtual laboratory IPA berpendekatan inkuiri terbimbing materi Osmosis dinyatakan layak oleh validator dosen ahli dan guru IPA SMP dengan kategori yang sangat baik (A); (2) respon peserta didik terhadap virtual laboratory IPA materi Osmosis sangat baik sebesar 82%; dan (3) peningkatan kemampuan analisis peserta didik setelah menggunakan virtual laboratory IPA berpendekatan inkuiri terbimbing dengan perhitungan N-gain score sebesar 0,61 yang masuk kategori sedang. Kata Kunci: media pembelajaran, virtual laboratory ipa, pendekatan inkuiri terbimbing, kemampuan analisis. This study aimed to: (1) know the feasibility of science virtual laboratory using guided inquiry approach in Osmosis material based on expert lecturers and science teacher of SMP; (2) perceive student’s response towards science virtual laboratory using guided inquiry approach in Osmosis material; and (3) obtain the improvement of analytical ability of students after using science virtual laboratory using guided inquiry approach in osmosis material. This study used 4-D development model, developed by S. Thiagarajan, Dorothy S. Semmel, and Melvyn I. Semmel. This development model consisting of four stage: Define, Design, Development and Disseminate. Define stage to obtain problem information encountered in science learning. Design stage that is planned the fulfillment of needs of learning media based on the problem at the define stage. Development stage is the validation stage conducted by expert lecturer and science teacher of SMP and product test. The product dissemination stage is limited in SMP Negeri 1 Minggir. The instrument used in this study is a validation sheet of feasibility of expert lecturer and science teacher of SMP and pretest-posttest sheet. Analytical technique for product feasibility by expert lecturer, science teacher of SMP and student’s response is used qualitative and quantitative methods, while improvement of analytical ability calculated by N-gain score. The result of this study shown that: (1) science virtual laboratory using guided inquiry approach in osmosis material is feasible declared by the validator lecturers and teachers with very good category (A); (2) student’s response towards science virtual laboratory using guided inquiry approach in osmosis material was very good by 82%; and (3) improvement of student’s analytical ability after using science virtual laboratory using guided inquiry approach in osmosis material with N-gain score calculation equal to 0.61 in the medium category.

Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: learning media, science virtual laboratory, guided inquiry approach, analytical ability
Subjects: Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Ilmu Pengetahuan Alam
Divisions: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) > Pendidikan IPA
Depositing User: Admin Pendidikan IPA FMIPA
Date Deposited: 13 Oct 2017 01:40
Last Modified: 30 Jan 2019 14:41
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/51407

Actions (login required)

View Item View Item