KEANEKARAGAMAN DAN STRUKTUR VEGETASI MANGROVE DI PANTAI BAMA – DERMAGA LAMA TAMAN NASIONAL BALURAN JAWA TIMUR

Putrisari, Putrisari (2016) KEANEKARAGAMAN DAN STRUKTUR VEGETASI MANGROVE DI PANTAI BAMA – DERMAGA LAMA TAMAN NASIONAL BALURAN JAWA TIMUR. S1 thesis, UNY.

[img]
Preview
Text (HALAMAN DEPAN)
HALAMAN DEPAN1.pdf

Download (397kB) | Preview
[img] Text (BAB I)
BAB I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (183kB)
[img] Text (BAB II)
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (525kB)
[img] Text (BAB III)
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (345kB)
[img] Text (BAB IV)
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text (BAB V)
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (87kB)
[img]
Preview
Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (170kB) | Preview
[img] Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (5MB)

Abstract

Penelitian mengenai keanekaragaman dan struktur vegetasi mangrove di Pantai Bama hingga Dermaga Lama, Taman Nasional Baluran, Jawa Timur ini dilakukan selama tiga minggu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman jenis, pola sebaran jenis dan zonasi tumbuhan mangrove. Penelitian ini bersifat eksploratif, dengan objek penelitian tumbuhan mangrove, menggunakan metode purpose sampling dengan jalur berpetak. Lokasi penelitian dibagi menjadi 2 stasiun, masing-masing seluas empat ha dan sembilan ha. Hasil dari penelitian ini, stasiun 1 terdapat dua mangrove mayor (Rhizophora stylosa dan R. apiculata), tiga mangrove minor (Xylocarpus granatum, Heritiera littoralis dan Excoecaria agallocha) dan delapan mangrove asosiasi(Corypha utan, Syzygium polyanthum, Terminalia catappa, Ardisia sp, Desmodium umbellatum, Caesalpinia sp, Clerodendrum sp dan Buchanannia arborescens). Stasiun 2 terdapat enam mangrove mayor (R. apiculata, B. gymnorrhiza, C. tagal, S. caseolaris dan S. alba), empat mangrove minor (H. littoralis, E. agallocha, Acrostichum aureum dan A. speciosum), dan 10 mangrove asosiasi (C. utan, S. polyanthum, T. catappa, B. arborescens, Calophyllum inophyllum, Pongamia pinnata, D. umbellatum, Clerodendrum sp, Scaevola taccada dan Ardisia sp). Keanekaragaman di kedua stasiun, kategori pohon, tiang dan semai adalah sedang (1 < H < 3), untuk kategori pancang, stasiun 1 masuk dalam kategori rendah (H’ < 1), dan stasiun 2 masuk dalam kategori sedang. Indeks kemerataan kategori pohon di kedua stasiun sedang (0,3 < E < 0,6). Kategori tiang, pancang dan semai memiliki indeks kemerataan tinggi (E > 0,6). Indeks kekayaan jenis pada kategori pohon, tiang, pancang maupun semai di kedua stasiun rendah (R < 3,5). Tumbuhan mangrove dikedua stasiun, kategori pohon, tiang, pancang dan semai berpola mengelompok kecuali tegakan R. apiculata kategori tiang (stasiun 1 dan 2) dan kategori pohon (stasiun 2) berpola seragam. Stasiun 1 memiliki tiga zonasi yaitu zona seaward, zona tengah dan zona landward. Stasiun 2 memiliki 4 zonasi yaitu, zona seaward, zona tengah, zona landward, dan transek 1, 2, 4 dan 5, memiliki zona S. caseolaris yang bercampur dengan R. apiculata (overlap). Kata kunci: Mangrove, Pola sebaran dan Zonasi

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Biologi
Divisions: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) > Pendidikan Biologi > Biologi
Depositing User: Admin Biologi FMIPA
Date Deposited: 12 Jun 2017 03:56
Last Modified: 30 Jan 2019 14:18
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/49690

Actions (login required)

View Item View Item