KOMIK SEBAGAI WAHANA PENDUKUNG PROSES PENDIDIKAN ANAK

Esti Swatika, Sari KOMIK SEBAGAI WAHANA PENDUKUNG PROSES PENDIDIKAN ANAK. DIKSl, 8 (19).

[img]
Preview
Text
Komik_sebagai_Wahana.pdf

Download (7MB) | Preview

Abstract

Komik merupakan salah satu jenis karya sastra (khususnya sastra anak ) yang mampu berperan dan diperlakukan sebagaimana layaknya sebuah karya sastra. Dikatakan demikian, karena pada dasarnya komik terdlri atas bahasa-gambar-teks. Hal ini sesuai dengan pengertian yang lebih luas mengenai literature yakni sebagai bahasa yang diungkapkan dengan tulisan. Adanya komik sebagai salah satu bacaan anak-anak ternyata tidak hanya sekedar dinikmati gambarnya atau digunakan sebagai hiburan, tetapi lebih jauh mampu memberikan interpretasi dan penilaian terhadap peristiwa dalam kehidupan. Layaknya cerita anak, komik sebagai salah satu karya fiksi ternyata mempunyai andil dalam proses pembemukan diri anak. Komik secara tidak langsung ikut mempengaruhi emosi dan rasa simpati dalam diri mereka. Daya bangun dan kreasi imajinasi anak muncul dan berkembang mengikuti jalan cerita yang disajikan. oleh karena itu, meskipun pengarangnya adalah orangdewasa, penyajian ceritanya tetap disesuaikan dengan alam pikiran anak-anak, yaitu dengan menggunakan bahasa anak-anak yang tentunya sesuai juga dengan alam imajinasi mereka. Sastra tidak lahir dari kekosongan budaya. Ada latar belakang dimunculkannya sebuah karya sastra. Begitu juga dengan komik,walaupun dilihat dari bentuknya hanya terdiri dari gambar dan teks, tetapi ada unsur-unsur fiksi terdapat di dalamnya seperti adanya tema, tokah. latar,dan ada amanat yang ingin disampaikan pengarangnya sehingga pemahaman dan pemaknaan terhadapnya mampu memberikan manfaat bagi pembacanya yang terwujud dalam bentuk nilai-nilai khususnya yang mendukung pembentukan dan perkembangan kepribadian anak dan akhirnya mendukung proses pendidikananak. Nilai-nilai pendidikan dalam komik (sebagai bacaan sastra anak-anak secara garis dapat dijelaskan melalui percakapan antar tokoh, tema, pemakaian bahasanya, dan penyajian bentuk gambar yang digunakan. Dalam upaya merealisasikan komik sebagai bacaan sastra anak-anak, perlu adanya pengenalan dan pemakaian bacaan komik sejak dini, Yaitu tingkat taman kanak-kanak dan sekolah dasar. Di samping itu bimbingan dari orang tua juga harus dan tetap ada. Bagaimanapun juga rasio ber ikir anak secara nyata masih kurang dibanding dengan daya imajinasi mereka,karena pada usia kanak-kanak pengetahuan mengenai adanya hal-hal dalam kehidupan yang sifatnya nyata dan masuk akal.

Item Type: Article
Subjects: Perpustakaan
Divisions: Perpustakaan
Depositing User: Journal Perpustakaan UNY
Date Deposited: 03 Sep 2012 15:44
Last Modified: 03 Sep 2012 15:44
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/4830

Actions (login required)

View Item View Item