Pengembangan Model Penjaminan Mutu Pendidikan Model Holistic Skills Education (HOLSKED) Studi Kasus Pada Sekolah Menengah Kejuruan di Daerah Istimewa Yogyakarta

Munastiwi, Erni (2010) Pengembangan Model Penjaminan Mutu Pendidikan Model Holistic Skills Education (HOLSKED) Studi Kasus Pada Sekolah Menengah Kejuruan di Daerah Istimewa Yogyakarta. S3 thesis, UNY.

[img] Text
disertasi-erni-munastiwi-04702261013.swf

Download (2MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuat model penjaminan mutu pendidikan pada tingkat satuan pendidikan kejuruan. Model penjaminan mutu tersebut termasuk proses awal peserta didik memasuki Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sampai peserta didik lulus. Penjaminan mutu menjadi suatu hal yang sangat penting dalam upaya peningkatan mutu pendidikan yang diharapkan menjadi ujung tombak peningkatan sumber daya manusia. Oleh karena itu, diperlukan suatu bentuk khusus penjaminan mutu bagi SMK. Holistic Skill Education (HOLSKED) merupakan salah satu manifestasi dan model penjaminan mutu pendidikan yang didesain untuk menjamin mutu SMK dengan melaksanakan enam langkah, yakni PreEngineering Behavior, Entering Behavior, Process, Asesmen, Evaluasi, dan Output. Enam langkah tersebut mencakup penanganan awal ketika peserta didik mendaftar ke SMK sampai dengan jaminan peserta didik setelah lulus SMK, minimal setengah tahun setelah lulus. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (research and development) dengan mengikuti pola tahapan yang dikembangkan oleh Borg & Gall (1989). Tahap penelitian dan pengumpulan informasi dilakukan di SMKN I Bantul, SMKN I Pundong SMK Koperasi, dan SMKN 1 Godean. dengan beberapa informasi pendukung dan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP). Tahapan pengembangan model diuji cobakan di SMKN I Pundong. Uji coba model dilakukan dengan expert. judgment yang melibatkan pakar pendidikan kejuruan. Proses pelaksanaan HOLSKED diawali dengan mempelajari dan membandingkan SMK yang sudah maju dengan SMK yang belum maju, yakni SMKN I Bantul dan SMKN I Pundong dengan alasan untuk mengetahui kekurangan dan kelebihan masing-masing. Selanjutnya HOLSKED diterapkan pada SMK yang belum maju, Setelah diterapkan pada SMKN I Pundong, didapati adanya kemajuan yang signifikan diantaranya: 1) mind stream pendidikan dan di awal masuk berubah menjadi lebih kreatif dan produktif, 2) peserta didik tidak bergantung pada fasilltas yang memadal, mereka berusaha rnemecahkan masalah kekurangan fasilitas yang ada di sekolah, dan 3) pendidik dalam rnenyampaikan materi normatif dan adaptif lebih aplikatif, bukan teoritis. Hasil penelitian inenunjukkan bahwa secara teoretis model HOLSKED merupakan model yang dikonstruksikan secara ilmiah karena merupakan sebuah model penjaminan mutu bagi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), yang dapat dipakai sebagai pertimbangan bagi pengelola lembaga pendidikan baik pemerintah atau swasta, hasil pemodelan ini terbukti efektif, terutama untaik mengembangkan pola pikir dan kesadaran peserta didik untuk rnemiliki keahlian khusus. Model ini juga menjadi pendorong bagi peserta didik SMK dalam penanaman ide-ide entrepreneurship, sehingga lulusan tidak hanya mampu bekerja di sebuah perusahaan tetapi juga membuat lapangan usaha sendiri. Aspek yang dikembangkan model ini adalah: 1) pola pikir (mindstream), 2) kemandirian, 3) problem solving, 4) entrepreneurship. dan 5) inovasi.

Item Type: Thesis (S3)
Uncontrolled Keywords: Holistic Skills Education, model penjaminan mutu pendidikan
Subjects: Pendidikan > Pendidikan Kejuruan
Divisions: Program Pascasarjana > Pendidikan Teknologi dan Kejuruan
Depositing User: Users 57 not found.
Date Deposited: 17 Mar 2017 12:48
Last Modified: 29 Jan 2019 03:46
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/48136

Actions (login required)

View Item View Item