MODEL LAYANAN BIMBINGAN KONSELING DI SEKOLAH DASAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS GURU KELAS MEMAHAMI MASALAH SISWA

Sugiyatno. M.pd, sg, . MODEL LAYANAN BIMBINGAN KONSELING DI SEKOLAH DASAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS GURU KELAS MEMAHAMI MASALAH SISWA. ..

[img] Text
Proposal_HB_Sugiyatno_FIP_BK_UNY.rtf

Download (936kB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan model layanan bimbingan konseling di sekolah dasar untuk meningkatkan kualitas guru kelas memahami masalah siswa. Penelitian ini beranjak dari enam alasan utama ; Pertama, setiap manusia pasti mempunyai masalah, baik laki-laki, perempuan, kaya-miskin, tua – muda, tanpa mengenal batas usia, termasuk siswa sekolah dasar Kedua, permasalahan yang dihadapi siswa saat proses pembelajaran akan mempengaruhi pencapaian hasil belajar yang optimal. Ketiga, di sekolah dasar secara formal belum ada unit layanan bimbingan konseling yang menangani permasalahan-permasalahan siswa. Keempat, sampai saat ini layanan bimbingan konseling di sekolah dasar dibebankan pada guru kelas yang sudah memiliki beban mengajar yang cukup padat, sehingga kegiatan layanan bimbingan konseling tidak berjalan sebagaimana mestinya, bahkan programnya tak jelas. Kelima, permasalahan siswa sekolah dasar perlu difasilitasi agar proses pembelajaran yang ditempuh siswa bisa optimal. Keenam, guru kelas sekolah dasar belum mempunyai model yang bisa digunakan sebagai pedoman dalam melaksanakan layanan bimbingan konseling. Penelitian dirancang dalam dua tahap. Pada tahap I (tahun pertama) melakukan identifikasi pemahaman guru kelas terhadap layanan bimbingan konseling di sekolah dasar. Hasil dari survey sebagai bahan untuk merancang kerangka model layanan bimbingan konseling di sekolah dasar untuk meningkatkan kualitas guru kelas dalam memahami masalah siswa, sehingga target tahap I adalah model hipotetik. Tahap II ( tahun kedua) ditargetkan menguji model melalui uji lapangan yang akan dirancang dalam tiga tahap pengujian lapangan. Secara berturut-turut akan dilakukan uji ahli, uji pengguna dan diakhiri dengan uji lapangan-operasional. Dari masing-masing tahap pengujian lapangan dilakukan revisi dan setelah tahap uji lapangan-opersioanal akan dihasilkan model layanan bimbingan konseling di sekolah dasar untuk meningkatkan kualitas guru kelas memahami masalah siswa yang akan ditindaklanjuti dengan sosialisasi pada pemegang kebijakan pendidikan dan masyarakat pengguna. Bersadarkan tujuan tersebut, direncanakan penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan penelitian dan pengembangan (research and development) yang dikemukakan oleh Borg dan Gall. Luaran atau outcomes yang dihasilkan dari penelitian ini adalah : Pada tahun pertama, tersusunnya model layanan bimbingan konseling di sekolah dasar untuk meningkatkan kualitas guru kelas memahami masalah siswa. Pada tahun kedua bertambahnya kemampuan guru kelas sekolah dasar dalam memahami masalah siswa melalui sosialisasi dan pelatihan penggunaan model layanan bimbingan konseling di sekolah dasar. Kata kunci : model, bimbingan konseling, guru kelas, sekolah dasar

Item Type: Other
Subjects: Pendidikan > Psikologi Pendidikan dan Bimbingan
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan > Psikologi Pendidikan dan Bimbingan
Depositing User: Eprints
Date Deposited: 31 Aug 2012 14:06
Last Modified: 11 May 2015 03:11
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/4764

Actions (login required)

View Item View Item