PENINGKATAN KETERAMPILAN KONSELING DENGAN BANTUAN MEDIA GAMBAR SEBAGAI UPAYA MENGURANGI HAMBATAN PENYESUAIAN DIRI ANAK PRASEKOLAH

Rita Eka Izzaty, M.Si. PENINGKATAN KETERAMPILAN KONSELING DENGAN BANTUAN MEDIA GAMBAR SEBAGAI UPAYA MENGURANGI HAMBATAN PENYESUAIAN DIRI ANAK PRASEKOLAH. [Experiment/Research]

[img]
Preview
Text
Rita_Eka_Izzaty.pdf

Download (9kB) | Preview

Abstract

Latar belakang penelitian ini beranjak dari 2 alasan yaitu, alasan pertama, pendidikan awal merupakan pendidikan yang pen¬ting bagi anak. Hal ini terbukti Pendidikan Anak Usia Dini masuk dalam UU Sisdiknas tahun 2003. Namun kenyataannya, di lapang¬an terlihat berbagai masalah, baik yang terlihat dari anak didik itu sendiri maupun kemampuan pendidik yang dirasakan belum me¬ma¬dai untuk memberikan stimulasi yang tepat dan optimal pada anak didik. Alasan kedua keterampilan-keterampilan konseling pada pen¬didik TK untuk membantu penyelesaian hambatan penyesuaian diri anak belum pernah dilakukan. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan ke¬terampilan pendidik TK dalam melakukan konseling pada anak yang mengalami hambatan penyesuaian diri di sekolah dengan menggunakan media gambar. Penelitian dilakukan dengan dua kali siklus dengan subyek penelitian adalah 4 orang guru TK di Sleman. Indikator keberhasilan penelitian dilihat dari meningkatnya keterampilan konseling pada pendidik dan pada anak, berkurang¬nya hambatan penyesuaian diri di TK. Secara ringkas hasil penelitian ini dapat dikatakan bahwa pertama, penelitian indakan ini dapat meningkatkan keterampilan konseling melalui media gambar pada para pendidik TK. Kedua, anak butuh pendekatan yang baik terlebih dahulu, sebelum proses konseling dilakukan. Ketiga salah satu keterampilan konseling untuk anak yang patut mendapat perhatian adalah menyatu dengan dunia anak sesungguhnya. Keempat, untuk memiliki keterampilan kon¬seling yang baik, diperlukan keuletan dan kesabaran, serta latihan terus menerus dalam menghadapi anak-anak. Saran dari pe¬ne¬litian ini adalah; pertama, siklus penelitian tidak hanya dua kali saja, karena diperlukan untuk melihat keajegan kemampuan guru dalam mengggunakan keterampilan konseling untuk anak. Kedua, pendidik harus terus meningkatkan keterampilannya dengan cara rutin me¬lakukan konseling, dan jangan lupa mencatat setiap reaksi dari anak, serta mengamati jika anak suatu saat muncul dampak dari konseling. Ketiga, diperlukan media gambar yang lebih variatif agar anak tidak bosan, serta perlunya pendekatan yang menyatu dengan anak sebelum proses konseling dilakukan. Kata kunci: Keterampilan konseling, Media Gambar, Guru Taman Kanak-kanak FIP, 2008 (PPB)

Item Type: Experiment/Research
Subjects: Pendidikan > Psikologi Pendidikan dan Bimbingan
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan > Psikologi Pendidikan dan Bimbingan
Depositing User: Eprints
Date Deposited: 31 Aug 2012 14:06
Last Modified: 11 May 2015 02:29
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/4748

Actions (login required)

View Item View Item