INTERFERENSI ION LOGAM Co2+ (KOBALT) TERHADAP BIOSORPSI ION LOGAM Cd2+ (KADMIUM) OLEH BIOSORBEN SACCHAROMYCES CEREVISEAE PADA VARIASI PH MEDIA DAN WAKTU KONTAK

Ahsani F, Karamina (2017) INTERFERENSI ION LOGAM Co2+ (KOBALT) TERHADAP BIOSORPSI ION LOGAM Cd2+ (KADMIUM) OLEH BIOSORBEN SACCHAROMYCES CEREVISEAE PADA VARIASI PH MEDIA DAN WAKTU KONTAK. S1 thesis, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UNY.

[img]
Preview
Text
161025 Skripsi Karamina.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Ragi dapat digunakan sebagai biosorben yang mampu mengikat logam karena memiliki gugus aktif pengikat yang menyusun dinding selnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pH media 3,5,7 dan 9 serta waktu kontak 0,5; 2; 4; 6; 8; dan 10 jam terhadap efisiensi biosorpsi ion logam Cd2+ yang terinterferensi ion logam Co2+oleh ragi Saccharomyces cerevisiae. Subjek penelitian ini berupa ragi S. cereviseae, sedangkan objek penelitian ini berupa daya biosorpsi ragi S. cereviseae terhadap ion logam Cd2+ dengan interferensi ion logam Co2+. Proses optimasi biosorpsi meliputi: (1) Pengamatan profil pertumbuhan sel ragi S. cereviseae pada rentang waktu 0,5; 2; 4; 6; 8; 16; 24; dan 48 jam, (2) Pengamatan profil pertumbuhan sel ragi S. cereviseae pada variasi konsentrasi ion logam Cd2+ 0; 5; 10; 15; 20; dan 25 ppm, (3) Pengamatan profil pertumbuhan ragi S. cereviseae pada variasi waktu kontak 0,5; 2, 4, 6, 8, dan 10 jam, (4) Pengamatan profil pertumbuhan ragi S. cereviseae pada pH media 3; 5; 7; dan 9, yang dilakukan secara spektrofotometri menggunakan spektronik 20. Pengamatan interferensi ion logam Co2+ terhadap biosorpsi ion logam Cd2+ pada variasi waktu kontak dan pH media dilakukan dengan cara menghitung konsentrasi Cd2+ terbiosorpsi secara spektrofotometri menggunakan spektrofotometer serapan atom. Ion logam Co2+ dapat menginterferensi biosorpsi ion logam Cd2+ oleh sel ragi S. cereviseae baik pada variasi pH media maupun waktu kontak dengan menurunkan efisiensi biosorpsinya. Pada variasi waktu kontak 0,5; 2; 4; 6; 8 dan 10 jam, Co2+ dapat menurunkan persentase efisiensi biosorpsi berturut-turut sebesar 17,865; 15,17; 15,995; 13,005; 12,425; dan 8,83 %. Semakin lama waktu kontak, penurunan persentase efisiensi biosorpsi semakin kecil. Pada variasi pH media 3, 5, 7, dan 9, Co2+ menurunkan persentase efisiensi biosorpsi masing-masing sebesar 2,385; 1,115; 0,19; dan 0,81 %. pH yang semakin asam ataupun basa menyebabkan penurunan persentase efisiensi biosorpsi semakin besar.

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Kimia
Divisions: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Jurusan Pendidikan Kimia > Kimia
Depositing User: Admin Kimia FMIPA
Date Deposited: 24 Feb 2017 06:59
Last Modified: 24 Feb 2017 06:59
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/47438

Actions (login required)

View Item View Item