Implementasi Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Bidang Keahlian Kriya di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Suharno, Suharno (2017) Implementasi Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Bidang Keahlian Kriya di Daerah Istimewa Yogyakarta. S3 thesis, UNY.

[img] Text
disertasi-suharno-12702261004.swf

Download (2MB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Implementasi kurikulum SMK Bidang Keahlian Kriya, (2) Media pembelajaran sesuai industri untuk peningkatan kompetensi tenaga kerja, (3) Penggunaan sarana prasarana sekolah berstandar industri, (4) Penggunaan alat dan bahan praktek untuk pendidikan pelatihan tenaga trampil berstandar industri (5) Proses pembelajaran yang mengacu pada kesiapan calon tenaga kerja trampil berstandar industri (6) Kompetensi sesuai dengan dunia usaha dan industri Kreatif Bidang Kriya. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan Mixed kuantitatif dan kualitatif. Sekolah yang menjadi tempat penelitian adalah SMK Negeri 5 Yogyakarta, dan SMK Negeri 1 Kalasan Sleman, jumlah populasi 460 siswa, dengan sampel 210 siswa, responden terdiri dari empat kelompok: Kepala Sekolah sebanyak: 2 orang, Wakil Kepala Sekolah Urusan Kurikulum: 2 orang, guru produktif sebanyak 10 orang, dan Pengrajin Industri sebanyak 18 orang. Data dikumpulkan dengan menggunakan angket, wawancara, observasi dan dokumentasi serta pencatatan rekaman arsip. Implementasi kurikulum Program Keahlian Kriya di SMK dalam penelitian mempunyai kategori tinggi, dengan rata-rata 30,5952. Hubungan antara kurikulum dengan penilaian kompetensi 0,472 tingkat sedang, kategori implementasi kurikulum SMK berbasis industri kreatif tinggi, kerjasama antara dunia usaha dan dunia industri perlu didorong supaya tumbuh industri kreatif ciri khas daerah, Kerjasama Praktek Kerja Industri ditambah dengan pembelajaran berbasis produk, kerjasama pembinaan guru. Media belajar kategori tinggi, rata-rata 23,9857. Hubungan antara media pembelajaran dengan penilaian kompetensi 0,446 tingkat sedang, media pembelajaran cukup, Media belajar agar lebih efektif disesuaikan dengan perkembangan industri dan standar industri. Sarana praktek Program Keahlian Kriya di SMK kategori tinggi, rata-tara sarana praktek 23,9857. Hubungan sarana praktek dengan penilaian kompetensi 0,472 tingkat sedang. Sarana praktek disesuaikan kondisi industri, namun sekolah mengalami hambatan karena biaya pengadaan harus memenuhi standar dan kriteria tertentu, sehingga tidak secepat perkembangan dari industri. Alat dan Bahan praktek kategori tinggi, rata-rata alat 28,10 tingkat korelasi 0,476 sedang, Sarana praktek sesuai keadaan industri merupakan salah satu syarat pembelajaran. Temuan di lapangan tempat praktek kriya belum mampu sama dengan industri kriya. Proses pembelajaran kategori tinggi, rata-rata 60,1810 Hubungan proses pembelajaran dengan penilaian kompetensi besarnya, 0,657 tingkat hubungan kuat, tujuan proses belajar mengajar di SMK adalah menghasilkan tenaga kerja trampil, disiplin, jujur dan sikap kerja keras mampu meghasilkan produk yang diminati oleh konsumen. Proses pembelajaran dapat menerapkan teaching factory sehingga hasil pembelajaran merupakan produk yang berstandar di industri dan laku di pasaran.

Item Type: Thesis (S3)
Uncontrolled Keywords: Kurikulum SMK, proses pembelajaran, kompetensi, Industri Kreatif.
Subjects: Pendidikan > Pendidikan Kejuruan
Divisions: Program Pascasarjana > Pendidikan Teknologi dan Kejuruan
Depositing User: Perpustakaan Pascasarjana
Date Deposited: 16 Feb 2017 03:59
Last Modified: 09 May 2019 07:57
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/47107

Actions (login required)

View Item View Item