ETIKA NORMATIF DALAM LAKON ANOMAN OBONG SAJIAN KI NARTASABDA

Afendy Widayat, Drs (2016) ETIKA NORMATIF DALAM LAKON ANOMAN OBONG SAJIAN KI NARTASABDA. Artikel Penelitian Disertasi Doktor.

[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (89kB) | Preview

Abstract

Wayang merupakan tontonan, tatanan dan tuntunan yang hingga saat ini masih relevan diterapkan pada masyarakat. Lakon Anoman Obong sajian Ki Nartasabda, merupakan lakon yang secara masif berisi nilai-nilai moral, di sisi yang lain lakon tersebut disajikan oleh seorang dalang yang sudah diakui kepiawaiannya sebagai dalang yang sangat berkompeten menyampaikan tontonan, tatanan dan tuntunan. Berdasarkan hal tersebut lakon Anoman Obong sajian Ki Nartasabda sangat perlu diteliti, terutama dari perspektif etika, oleh karena itu permasalahan yang ditelitii adalah (1) hakikat struktur dramatik lakon Anoman Obong sajian Ki Nartasabda, dan (b) etika normatif dalam lakon Anoman Obong sajian Ki Nartasabda. Bahan penelitian ini berupa teks semua narasi dalang, dan dialog tokoh-tokoh dalam lakon. Penelitian ini dilakukan dengan langkah-langkah: 1) pengumpulan data, berupa identifikasi data, reduksi data, display data dalam tabel, 2) klasifikasi data sesuai dengan permasalahan yang diangkat, 3) analisa data dengan menggunakan metode hermeneutik dan hereustik, dan 4) menarik simpulan. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. 1) struktur dramatic lakon Anoman Obong sajian Ki Nartasabda adalah : (a) alur dramatic mengikuti tokoh utama Anoman, mulai dari ditugasi sebagai duta kemudia mendapat banyak rintangan, hingga keberhasilannya menemui Sinta dan membakar kerajaan Alengka, (b) latar pendukungnya, yakni berlatar tempat di Gunung Maleawan, di perjalanan Anoman, dan di Negara Alengka; latar waktu di sekitar waktu Anoman sebagai duta, tidak pernah disebutkan secara riil, dan latar suasana di sekitar persiapan Anoman sebagai duta yang relative netral, Anoman mendapat berbagai rintangan dengan suasana sedih dan perang, suasana Sinta yang bersedih karena disekap Rahwana, dan suasana Alengka yang terbakar, (c) Penokahannya, sesuai dengan lakon dan tradisinya, tokoh utama yang menonjol adalah tokoh Anoman. 2) Etika normative yang ditemukan adalah keberanian, tanggung jawab, persaudaraan, persahabatan, rela dengan kebaikan, tolong-menolong, ketuhanan, tanggap pada panggilan tugas, menghormati leluhur, hati-hati, serta kasih sayang. Sebagai etika normative, seyogyanya setiap manusia memiliki tabiat seperti poin-poin tersebut.

Item Type: Article
Additional Information: Laporan Hasil Penelitian Disertasi Doktor 2016
Subjects: LPPM - Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Divisions: LPPM - Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Depositing User: LPPM UNY
Date Deposited: 25 Jan 2017 01:47
Last Modified: 25 Jan 2017 01:47
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/46446

Actions (login required)

View Item View Item