Manajemen Pendidikan Inklusif SMA dalam Naungan Yayasan Muhammadiyah di Kota Yogyakarta

Witasoka, Dyah (2016) Manajemen Pendidikan Inklusif SMA dalam Naungan Yayasan Muhammadiyah di Kota Yogyakarta. S2 thesis, UNY.

[img] Text
tesis-dyah-witasoka-14703251022.pdf
Restricted to Registered users only

Download (4MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kegiatan manajemen pendidikan pada SMA inklusif yang berada dalam naungan yayasan Muhammadiyah di Kota Yogyakarta.Kegiatannya mencakup perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan mulai dari manajemen kurikulum dan pembelajaran, manajemen pendidik dan tenaga kependidikan, manajemen peserta didik, manajemen sarana dan prasarana, serta manajemen pembiyaan. Penelitian ini merupakan penelitian fenomenologi dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah kepala sekolah, tenaga pendidik, dan tenaga Guru Pembimbing Khusus (GPK). Pengumpulan data penelitian melalui tiga sumber pokok, yaitu: pengamatan langsung (observasi), analisis dokumen, dan wawancara secara mendalam. Untuk meningkatkan akurasi data, peneliti menggunakan triangulasi sumber dan analisis datanya menggunakan teknik analisis interaktif model Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) SMA Inklusif tidak memiliki perencanaan khusus dalam menyelenggarakan pendidikan inklusif. Hal ini terlihat dari belum tersedianya rancangan kurikulum dan perangkat pembelajaran khusus, belum adanya kegiatan PPDB khusus, belum memiliki jadwal pembinaan tenaga pendidik secara rutin, serta rancangan pengadaan fasilitas dan pendanaan hanya tersedia apabila sekolah mendapatkan dana inklusif. (2) SMA Inklusif berusaha melaksanakan kegiatan manajemen sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didik berkebutuhan khusus. Hal ini dapat terlihat dari adanya penyelenggaraan pembelajaran ramah melalui pemberian perlakuan dan pendekatan khusus sesuai dengan kebutuhan peserta didiknya, serta adanya pembinaan tenaga pendidik secara berkelompok dan individu oleh tenaga GPK. Akan tetapi, SMA Inklusif ini tidak memiliki kegiatan pembinaan dan pengembangan potensi khusus bagi peserta didik berkebutuhan khusus, baik melalui kegiatan kurikuler maupun ekstrakurikuler. Pengadaan dan pemeliharaan fasilitas sekolah masih belum sesuai dengan kebutuhan dan penggunaan dana inklusif pun hanya terfokus pada pengadaan fasilitas inklusif. (3) Kepala sekolah memiliki keterlibatan langsung dalam penyelenggaraan pendidikan inklusif di sekolahnya. Oleh karena itu, kepala sekolah melakukan komunikasi dan interaksi langsung dengan tenaga pendidik, tenaga GPK, bahkan peserta didik berkebutuhan khusus agar dapat memantau pelayanan inklusif yang diberikan. Selain itu, untuk mengatasi permasalahan terkait dengan penyelenggaraan pendidikan inklusif, kepala sekolah mengadakan pembinaan dan sosilisasi, pemantauan secara langsung, serta menetapkan kebijakan sekolah yang tidak bertentangan dengan karakteristik pendidikan inklusif.

Item Type: Thesis (S2)
Uncontrolled Keywords: pendidikan inklusif, kurikulum dan pembelajaran, pendidik dan tenaga kependidikan, peserta didik, sarana dan prasarana, pembiyaan
Subjects: Pendidikan > Manajemen Pendidikan
Divisions: Sekolah Pascasarjana (SPS) > Program Pascasarjana > Manajemen Pendidikan
Depositing User: Perpustakaan Pascasarjana
Date Deposited: 23 Jan 2017 04:12
Last Modified: 20 Dec 2022 03:03
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/46344

Actions (login required)

View Item View Item