ANALISIS DEKONSTRUKSI LIMA CERKAK DALAM ANTOLOGI KRETEG EMAS JURANG GUPIT DAN LIMA CERKAK DALAM ANTOLOGI BANDHA PUSAKA

Sulistyo Yuniantoro, Tri (2013) ANALISIS DEKONSTRUKSI LIMA CERKAK DALAM ANTOLOGI KRETEG EMAS JURANG GUPIT DAN LIMA CERKAK DALAM ANTOLOGI BANDHA PUSAKA. S1 thesis, FBS UNY.

[img]
Preview
Text
Tri Sulistyo Yuniantoro_08205244089.pdf

Download (3MB) | Preview

Abstract

ANALISIS DEKONSTRUKSI LIMA CERKAK DALAM ANTOLOGI KRETEG EMAS JURANG GUPIT DAN LIMA CERKAK DALAM ANTOLOGI BANDHA PUSAKA oleh Tri Sulistyo Yuniantoro 08205244089 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dekonstruksi lima cerkak dalam Antologi Kreteg Emas Jurang Gupit dan lima cerkak dalam Antologi Bandha Pusaka. Cerkak merupakan karya sastra yang unik dan belum ada yang menganalisis secara dekonstruksi. Lima cerkak dalam Antologi Kreteg Emas Jurang Gupit dan lima cerkak dalam Antologi Bandha Pusaka perlu dianalisis dan dideskripsikan terutama pada bagian jejak dan oposisi binernya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Subjek penelitian ini adalah cerkak Dasamuka, cerkak Kakus, cerkak Kreteg Emas Jurang Gupit, cerkak Pasar Rakyat, dan cerkak Petruk dalam Kreteg Emas Jurang Gupit Kumpulan Crita Cekak karya Djajus Pete. Cerkak Warana karya Suparta Brata, cerkak Dasamuka Gugat karya Afendy Widayat, cerkak Dhalang karya Sumono Sandy Asmoro, cerkak Dhayoh Saka Awang-Awang karya Yudi Triantoro, dan cerkak Gara-Gara karya Kunaen dalam Bandha Pusaka Antologi Cerita Pendek Jawa. Objek penelitian ini adalah jejak, oposisi biner, dan hubungan antara jejak dengan oposisi biner. Teknik pengumpulan data diperoleh dengan penelitian kapustakaan (library research). Instrumen penelitian adalah peneliti (human instrument) dan alat bantu berupa kartu data. Data-data kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif untuk menjelaskan jejak, oposisi biner, dan hubungan antara jejak dengan oposisi biner menggunakan teori dekonstruksi dari Derrida. Keabsahan data, yakni validitas konstruk dan reliabilitas intrarater serta interrater. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) jejak dari kesepuluh cerkak merupakan simbol kondisi sosial, politik, ekonomi dan simbol dari penyalahgunaan jabatan pada zaman Orde Baru sampai awal Reformasi, (2) oposisi biner dari kesepuluh cerkak menolak fakta atau realitas tentang pakem pakeliran, praktik tugas polisi, pratik tugas Lurah, pratik tugas Sat Pol PP dan praktik tugas Bupati, wanda wayang Petruk, rasa kecewa masyarakat, pakem pedhalangan, pelaksanaan hukum, PP No.65 tahun 2005 pasal 2 ayat b (menolak logosentris), (3) hubungan antara jejak dengan oposisi biner berupa tanda atau simbol dapat mengungkap makna yang terkandung dalam cerkak.

Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: CERKAK, KRETEG EMAS JURANG GUPIT, BANDHA PUSAKA
Subjects: Bahasa dan Sastra > Bahasa Jawa
Divisions: Fakultas Bahasa, Seni dan Budaya (FBSB) > Pendidikan Bahasa Daerah
Depositing User: Admin Pendidikan Bahasa Jawa FBS
Date Deposited: 19 Dec 2016 02:32
Last Modified: 24 Sep 2020 04:13
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/44820

Actions (login required)

View Item View Item