Dampak Insiden Santa Cruz tahun 1991 di Timor Timur terhadap kerjasama Militer Indonesia-Amerika Serikat Tahun 1992-1995

Arifianto, Ade (2016) Dampak Insiden Santa Cruz tahun 1991 di Timor Timur terhadap kerjasama Militer Indonesia-Amerika Serikat Tahun 1992-1995. S1 thesis, FIS.

[img] Slideshow (Skripsi Digital)
Skripsi Full 12406241024.swf

Download (5MB)

Abstract

Keadaan Perang Dingin menjadi pertimbangan utama bagi pemerintah Amerika Serikat dalam mengeluarkan kebijakan luar negerinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, (1) kerjasama militer Indonesia-Amerika Serikat sebelum Insiden Santa Cruz, (2) Terjadinya Insiden Santa Cruz, (3) Dampak Insiden Santa Cruz terhadap kerjasama militer Indonesia-Amerika Serikat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah oleh Kuntowijoyo yang terdiri dari lima tahapan. Pertama adalah pemilihan topik penelitian. Kedua adalah pengumpulan sumber baik primer maupun sekunder. Ketiga adalah verifikasi atau kritik sumber. Keempat adalah interpretasi, yaitu menafsirkan fakta-fakta sejarah yang ditemukan. Kelima adalah historiografi atau penulisan sejarah. Hasil penelitian ini adalah (1) Kepentingan Amerika Serikat untuk membendung persebaran komunis menjadi latar belakang terjalinnya kerjasama militer Indonesia-Amerika Serikat. Sejak terjadinya pemberontakan komunis Madiun 1948 Amerika Serikat mulai menawarkan bantuan militer kepada Indonesia. Amerika Serikat juga menyuplai persenjataan ke Indonesia ketika pelaksanaan Operasi Seroja di Timor Timur. (2) Integrasi Timor Timur ke Indonesia tidak menghentikan perlawanan yang dilakukan Fretilin. Pembukaan daerah Timor Timur menimbulkan kesenjangan sosial sehingga dimanfaatkan oleh pihak Fretilin untuk mempengaruhi putra daerah Timor Timur agar menentang integrasi. Provokasi yang dilakukan Fretilin memicu terjadinya demonstrasi yang bersifat anarkis dan mengakibatkan korban jiwa. Pemerintah Indonesia kemudian membentuk Komisi Penyelidik Nasional (KPN) karena berita tentang insiden Santa Cruz telah menyebar ke negara lain dan banyak negara menganggap Indonesia telah melakukan pelanggaran HAM. (3) Berakhirnya Perang Dingin membuat Amerika Serikat tidak lagi fokus terhadap perkembangan komunis. Pemerintah Amerika Serikat mendapat tekanan dari Kongres dan publik agar memberikan sanksi kepada Indonesia. Selanjutnya, pemerintah Amerika Serikat memberikan sanksi militer berupa pemutusan kerjasama militer IMET dan embargo senjata. Kata kunci: Amerika Serikat, militer, Timor Timur

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: Ilmu Sosial > Sejarah
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Sejarah
Depositing User: Admin Pendidikan Sejarah FIS
Date Deposited: 10 Nov 2016 00:06
Last Modified: 30 Jan 2019 11:48
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/43497

Actions (login required)

View Item View Item