Pengembangan Model Pembelajaran Bidang Keahlian Elektronika Industri Berbasis Metakognisi Siswa di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)

Purnamawati, Purnamawati (2011) Pengembangan Model Pembelajaran Bidang Keahlian Elektronika Industri Berbasis Metakognisi Siswa di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). S3 thesis, UNY.

[img] Text
disertasi-purnamawati-07702261023.swf

Download (4MB)

Abstract

Penelitian bertujuan (1) menghasilkan model pembelajaran bidang keahlian elektronika industri berbasis metakognisi siswa (MPBKEI-BMs) dan perangkat pembelajaran di SMK yang memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif dan (2) mengembangkan MPBKEl-BMs dan perangkat pembelaiaran di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang dapat meningkatkan kemampuan pengetahuan dan keterampilan metakognitif. Pengembangan MPBKEI-BMS dimaksudkan untuk membekali siswa pengetahuan dan keterampilan metakognitif, sehingga diharapkan dapat menjadi pembelajar yang mandiri. Pengembangan MPBKEI-BMs ditempuh melalui dua tahap, yaitu: (1) tahap prapengembangan, meliputi: fase investigasi awal, fase desain, dan fase realisasi; dan (2) tahap pengembangan, yaitu fase tes, evaluasi, dan revisi. Subjek coba dalam penelitian ini adalah siswa kelas Xl SMK Negeri dan Swasta di Kota Makassar. Produk yang dihasilkan melalui tahap pengembangan dilakukan melalui validasi ahli & praktisi pendidikan kejuruan dan bidang keahlian elektronika industri. Tahap ujicoba perorangan 6 siswa dengan kriteria telah memiliki kompetensi dasar mikroprosesor dan mikrokontroler. Ujicoba kelompok kecil 23 siswa SMK Negeri 5 Makassar dan ujicoba diperluas 52 siswa SMK Negeri 2 dan SMK Kartika Wirabuana I Makassar. Data yang diperoleh dalam penelitian ini, meliputi data: (1) validitas instrumen, model, dan perangkat pembelajaran (2) keterlaksanaan pembelajaran, kemampuan guru mengelola pembelajaran, aktivitas siswa, respons siswa; dan (3) kompetensi hasil belajar siswa. Instrumen pengumpulan data terdiri dari lembar: (1) validasl; (2) penilaian kepraktisan model; (3) observasi (pengamatan) keterlaksanaan model dan observasi kemampuan guru mengelola pembelajaran; (4) penilaian efektifnya model; (5) observasi aktivitas siswa dalam pembelajaran; dan (6) angket respons siswa terhadap pembelajaran. Analisis data dilakukan secara deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian adalah sebagai berikut. (1) Guru dalam pembelajaran saat ini belum melakukan inovasi dengan memasukkan beberapa komponen (mengetes kanampuan awal siswa tentang jobsheet dan diskusi kelomok). (2) Menghasilkan model pembelajaran pada bidang keahlian elektronika industri berbasis metakognisi siswa (MPBKEI-BMs) di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) valid yang ditujukan oleh hasil expert judgment & praktisi. (3) MPBKEI-BMs dan perangkat pembelajaran berdasarkan hasil ujicoba memenuhi kriteria praktis yang ditunjukkan oleh keterlaksanaan model pembelajaran dan kemampuan guru mengelola pembelajaran dengan baik. (4) MPBKEI-BMs dan perangkat pembelajaran berdasarkan hasil ujicoba memenuhi kriteria ekfektif yang ditunjukkan oleh aktivitas siswa dalam pembelajaran, respons siswa yang positip terhadap pelaksanaan pembelajaran, dan pencapaian kompetensi belajar siswa secara individu dan klasikal. (5) Perangkat pembelajaran yang dihasilkan dari pengembangan MPBKEI-BMs, yaitu rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), pedoman praktikum, materi ajar, jobsheet dan alat evaluasi, yaitu: tes kompetensi hasil belajar. Hasil penilaian kualitas perangkat MPBKEI-BMs oleh para ahli & praktisi pendidikan memenuhi kriteria ‘valid’ untuk menerapkan MPBKEI-BMs di SMK (6) Aktivitas siswa yang tertinggi dalam pembelajaran MPBKEI-BMs adalah melakukan kegiatan praktik, dan siswa memberikan respons positip terhadap MPBKEI-BMs dan perangkat pembelajarannya. (7) Kemampuan guru mengelola pembelajaran MPBKEI-BMs dengan kriteria baik. (8) Tingkat kompetensi hasil belajar siswa dengan model MPBKEI-BMs, yaitu: siswa memiliki kompetensi dalam hasil tes, kemampuan praktik serta memiliki portofolio dengan kriteria baik. Dengan demikian, MPBKEI-BMs dalam pelaksanaan pembelajaran praktik di laboratorium dapat menstimulir motivasi belajar siswa dalam memecahkan masalah dan membangun kreativitas sendiri dalam memecahkan masalah melalui penggunaan pengetahuan dan keterampilan metakognitif yang dimilikinya.

Item Type: Thesis (S3)
Uncontrolled Keywords: model pembelajaran, bidang keahlian elektronika industri, berbasis metakognisi
Subjects: Pendidikan > Pendidikan Kejuruan
Divisions: Program Pascasarjana > Pendidikan Teknologi dan Kejuruan
Depositing User: Users 57 not found.
Date Deposited: 21 Oct 2016 12:01
Last Modified: 29 Jan 2019 03:45
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/42634

Actions (login required)

View Item View Item