PERHIMPUNAN INDONESIA SEBAGAI ORGANISASI PERGERAKAN INDONESIA YANG REVOLUSIONER (1922-1930)

., ATIQOH (2016) PERHIMPUNAN INDONESIA SEBAGAI ORGANISASI PERGERAKAN INDONESIA YANG REVOLUSIONER (1922-1930). S1 thesis, FIS.

[img] Slideshow (Skripsi Digital)
SKRIPSI FULL 12406241021.swf

Download (2MB)
Official URL: http://library.fis.uny.ac.id/elibfis/index.php

Abstract

ahun 1908 berdirilah perkumpulan bernama Indische Vereeniging di Belanda. Pada perkembangannya Indische Vereeniging berubah menjadi organisasi politik revolusioner. Penelitian ini dibuat untuk mengetahui (1) latar belakang berdirinya PI; (2) perkembangan awal PI tahun 1908-1922; (3) perubahan PI dari organisasi mahasiswa menjadi organisasi politik (1922-1030). Penelitian ini ditulis menggunakan metode sejarah kritis Kuntowijoyo yang terdiri dari lima tahap, yaitu: (1) pemilihan topik, (2) pengumpulan sumber, (3) verivikasi (kritik sejarah, keabsahan sumber), (4) interpretasi: analisis dan sintesis, serta (5) penulisan (historiografi). Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini ialah pendekatan politik, ekonomi dan sosiologis. Pada saat didirikan tahun 1908 PI merupakan organisasi sosial-budaya sebagai tempat berkumpulnya mahasiswa Indonesia di Belanda. PI mulai berubah kearah pergerakan politik sejak bergabungnya Tiga Serangkai yaitu E.F.E. Dowes Dekker, Tjipto Mangoenkoesoemo, dan Suwardi Suryaningrat tahun 1913. Semangat nasionalisme yang dibawa oleh Tiga Serangkai mampu mengubah pandangan anggota PI mengenai kedudukan Belanda sebagai pelindung organisasi. Pencapaian lainnya ialah dipublikasikannya majalah berkala Hindia Poetra tahun 1916. PI kemudian benar-benar berhaluan politik sejak tahun 1922 karena pengaruh dari generasi baru yang datang ke Belanda pasca PD I. Ditandai dengan perubahan nama organisasi dari Indische Vereeniging menjadi Indonesische Vereeniging. Untuk pertama kali kata “Indonesia” memiliki arti politik. Tahun 1925 PI mengeluarkan manifesto politiknya yang terdiri dari empat azas, (1) kesatuan nasional, (2) swadaya/berdikari, (3) non-kooperasi, dan (4) solidaritas. Akibat propaganda yang dilakukan alumni PI, manifesto politik PI kemudian menjadi landasan nasionalisme Indonesia yang terkristalisasi dalam Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928. Kata Kunci: Perhimpunan Indonesia, Manifesto Politik, Nasionalisme.

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: Ilmu Sosial > Sejarah
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Sejarah
Depositing User: Admin Pendidikan Sejarah FIS
Date Deposited: 15 Sep 2016 07:44
Last Modified: 15 Sep 2016 07:44
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/41370

Actions (login required)

View Item View Item