PROSESI

I Wayan, Suardana (2005) PROSESI. [Image]

[img]
Preview
Image (PAMERAN KARYA SENI RUPA DOSEN, ALUMNI, DAN MAHASISWA Tribute To Amri Yahya)
Prosesi.jpg

Download (212kB) | Preview

Abstract

Judul karya Prosesi terinspirasi dari upacara yang ada di Bali yaitu prosesi untuk kegiatan keagamaan khususnya agama Hindu, karya ini hanya merupakan ungkapan ide yang secara spontannitas muncul dan diekpresikan kebidang kanvas Karya lukisan yang berjudul prosesi mempunyai kecenderungan bentuk yang mengarah pada bentuk-bentuk lukisan ekspresionisme. Aspek bentuk yang dihadirkan dalam lukisan ini menonjolkan simbol-simbol sebagai ikon kehidupan yang seakan-akan pernah dialami setiap orang, tapi bentuk disini dikemas sedemikian rupa sehingga diharapkan mampu mengolah pikir orang pada suatu manifestasi wacana yang ada. Bentuk yang sederhana ini bisa dicerna oleh kesadaran mata yang biasa dalam menangkap makna lukisan secara kongkrit. Manifestasi bentuk yang dibuat tidaklah mengada-ada atau hanya sekedar menghadirkan realitas bentuk sebagai pelengkap. Dalam menyampaikan maksud yang diinginkannya sesuai dengan konsepsi yang mengendap dan mengkristalkan di dunia ide, divisualisasikan dalam bentuk tampilan bagian utama dari simbol-simbol hanya sebagai kesan dalam lukisan. Bentuk yang tampak pada lukisan diperkaya oleh polesan warna-warna yang mendukung baik warna sebagai bentuk yang utuh mengisi ruangan maupun warna sebagai pelengkap. Karya ini kental nuansa manifestasi garis, warna, bentuk-bentuk yang mengandung simbolis dalam suatu format ekspresif dan masih perlu dikaji secara terperinci tentang makna yang ada pada kehidupan ini. Secara kongkrit komposisi bentuk diolah sedemikian rupa dengan goresan yang lugas/spontan dan sangat kuat kandungan rasa dimana visualisasi bentuk itu sendiri. Responsibiliti yang yang ditimbulkan oleh bentuk-bentuk tersebut sangat kuat sekali membangun interprestasi ke dalam wacana konstruktif konsepsi yang dimaksud. Kahadiran bentuk-bentuk di sini merupakan aspek yang pertama dan utama di dalam mengsinkronkan hubungan tematis secara idealita dengan visualisasi secara nyata menurut penafsiran tanpa terikat aturan formal sebuah bentuk yang lazim dan nyata adanya. Deskripsi bentuk dalam hampir keseluruhan karya seni lukis adalah sebuah realitas bentuk-bentuk mengandung makna visual sesuai dengan penafsirannya dalam satu kesatuan rasa dan ekspresi. Komposisi bentuk yang dimanifestasikan mengarah pada konsekuensi ekspresi dari sebuah hasil pengendapan yang diperoleh lewat pengamatan terhadap barong itu sendiri. Komposisi bentuk ini didukung oleh intensitas warna yang cerah, spontan, bertumpuk satu dengan lainnya, sehingga keberadaan bentuk itu sendiri sangat menonjol sebagai bagian yang integral. Seluruh penataan bentuk dalam lukisan ini mengedepankan makna di balik bentuk itu sesuai dengan responsibiliti yang ditimbulkannya. Bentuk-bentuk ini tampaknya menjadi interes bagi sebagai konsepsi penciptaan. Gambaran bentuk tersebut memiliki spesifikasi sebagai suatu cerita dalam perwujudan bentuk kehidupan yang terintegrasi secara baik dan proporsional sehingga format cerita yang disampaikan lewat goresan palet dan kuas.

Item Type: Image
Subjects: Seni dan Budaya > Seni Rupa
Divisions: Fakultas Bahasa dan Seni > Pendidikan Seni Rupa
Depositing User: pend seni rupa fbs
Date Deposited: 14 Aug 2012 04:46
Last Modified: 14 Aug 2012 04:46
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/4091

Actions (login required)

View Item View Item