PROSES PEMBUATAN RANGKA PADA MESIN PENYERUT TUSUK SATE

Ali , Nugroho (2011) PROSES PEMBUATAN RANGKA PADA MESIN PENYERUT TUSUK SATE. [Experiment/Research] (Submitted)

[img]
Preview
Text (dokumen)
MAKING_PROCESS_OF_THE_FRAME_OF_MACHINE_DRAWSTRING_SKEWERS.pdf

Download (57kB) | Preview

Abstract

Proses pembuatan rangka pada mesin penyerut tusuk sate ini bertujuan untuk mengetahui cara pembuatan rangka, mengetahui mesin atau peralatan yang tepat untuk membuat rangka mesin, mengetahui uji fungsional mesin dan mengetahui uji kinerja mesin penyerut tusuk sate . Konsep yang digunakan dalam proses pembuatan rangka pada mesin penyerut tusuk sate meliputi konsep pengurangan volume bahan ( Pemotongan bahan, Penggerindaaan, Pengeboran, Pemahatan, Pengikiran ), konsep pnyambungan bagian ( Penyambungan las SMAW ), finishing permukaan (Proses penggerindaan, Proses pendempulan, Proses pengamplasan, Proses pengecatan ). Bahan yang digunakan adalah baja profil siku ukuran 40 x 40 x 3 mm. Mesin yang digunakan dalam pembuatan rangka antara lain mesin gerinda potong, mesin gerinda tangan, mesin bor lantai, mesin las SMAW (AC) beserta perlengkapannya. Alat perkakas bantu yang digunakan antara lain: gergaji tangan, palu, penitik, penggores, ragum, meja rata, mistar baja, mistar siku, mistar gulung, kikir, landasan pukul dan klem C. Proses pembuatan rangka pada mesin penyerut tusuk sate meliputi: pemilihan bahan, pengurangan volume, perakitan dan penyelesaian permukaan. Waktu yang diperlukan untuk pembuatan rangka dengan dimensi panjang 694mm, lebar 550mm dan tinggi 750mm adalah 19 jam 25 menit. Hasil akhir dari proses pembuatan rangka mesin penyerut tusuk sate ini, dilakukan pengujian fungsional dan pengujian kinerja mesin untuk mengetahui kelemahan-kelemahan yang ada. Pada pengujian fungsional pembuatan rangka terdapat selisih ukuran antara gambar kerja dengan hasil jadi rangka yaitu presentase kesalahan dimensi 1,6%, kesikuan 2,05%, kerataan 0,53%. Pada pengujian kinerja mesin kendala kinerja pengoperasian mesin penyerut tusuk sate ini yaitu pada penjepitan, bambu mudah lepas dikarenakan dimensi ujung bambu yang berbeda sehingga sangat berpengaruh pada penjepitan. Kendala yang lainnya yaitu melesetnya v-belt pada puli diameter 4 inchi, hal ini dikarenakan terlalu banyak jumlah tusuk sate yang sebelumnya sebanyak 40 tusuk yang kemudian dikurangi menjadi 20 tusuk agar v-belt pada puli diameter 4 inchi tidak meleset.

Item Type: Experiment/Research
Subjects: Teknik & Teknologi > Teknik Mesin
Divisions: Fakultas Teknik > Jurusan Teknik Mesin > Pendidikan Teknik Mesin
Depositing User: Eprints
Date Deposited: 10 Aug 2012 05:50
Last Modified: 10 Aug 2012 05:50
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/3957

Actions (login required)

View Item View Item