MEKANISME AKTIVITAS ANTI PROLIFERASI, APOPTOSIS, DAN SIKLUS PENGHAMBATAN CELL LINES KANKER DARI BEBERAPA SENYAWA OLIGORESVERATROL HASIL ISOLASI KULIT BATANG HOPEA ODORATA

Nurfina , Aznam, Ph.D. (2011) MEKANISME AKTIVITAS ANTI PROLIFERASI, APOPTOSIS, DAN SIKLUS PENGHAMBATAN CELL LINES KANKER DARI BEBERAPA SENYAWA OLIGORESVERATROL HASIL ISOLASI KULIT BATANG HOPEA ODORATA. [Experiment/Research] (Unpublished)

[img]
Preview
Text
Nurfina_Aznam.pdf

Download (46kB) | Preview

Abstract

Tujuan jangka panjang dari penelitian ini adalah untuk mempelajari keanekaragaman struktur dan bioaktivitas senyawa oligoresveratrol dari kulit batang tumbuhan Hopea odorata, serta dapat mengembangkan potensi senyawa kimia tersebut sebagai obat antikanker. Target khusus yang ingin dicapai adalah untuk mendapatkan data mekanisme aktivitas dari beberapa senyawa oligoresveratrol yang telah ditemukan dari kulit batang tumbuhan Hopea odorata, sebagai antiproliferasi, apoptosis, dan siklus penghambatan terhadap cell lines raji dan Hela-S3. Beberapa senyawa yang akan diuji mekanisme aktivitasnya adalah balanokarpol (1), ampelopsin H (2), hopeafenol (3), dan hemlesyanol C (4) yang memiliki struktur yang bervariasi. Data mekanisme aktivitas tersebut sangat bermanfaat sebagai landasan untuk mengembangkan senyawa tersebut sebagai obat antikanker baru. Metode penelitian yang akan dilakukan adalah dengan melakukan eksperimen di laboratorium menggunakan kultur cell lines raji dan Hela S3 yang dikembangkan di laboratorium Kedokteran UGM. Hela-S3 cell lines merupakan culture continous turunan dari Hela cell lines dan tumbuh sebagai sel yang semi melekat (semi adherent), sedangkan cell lines raji merupakan culture continous dan bersifat melayang dalam media (ATCC). Aktivitas antiproliferasi dilakukan dengan MTT Cell Proferation Kit menggunakan metode kolorimetri yang diukur berdasarkan pembentukan warna pada λ 570 nm dari cell kontrol dan akibat perlakuan penambahan sampel pada berbagai variasi konsentrasi. Uji apoptosis dilakukan dengan menggunakan pengecatan DNA seluler dan immunohistochemical analysis. Uji aktivitas siklus penghambatan sel dilakukan dengan uji doubling time. Penelitian ini secara bertahap akan dilaksanakan dalam waktu 2 tahun. Hasil penelitian tahun pertama menunjukkan adanya beberapa senyawa yang memiliki aktivitas sitotoksik terhadap sel Hela S3 yaitu ampelopsin H (2), sedangkan yang menunjukkan aktivitas sitotoksik terhadap sel Raji adalah ampelopsin H (2), dan beberapa fraksi, yaitu fraksi total, fraksi relatif non polar, dan fraksi relatif polar. Uji antiproliferatif menggunakan ampelopsin H (2) pada berbagai konsentrasi menunjukkan makin besar konsentrasinya makin banyak sel Hela S3 yang mati, demikian juga uji siklus penghambatan sel menunjukkan bahwa ampelopsin H (2) dapat menyebabkan terjadinya penundaan waktu doubling time. Ampelopsin H (2) juga menunjukkan mekanisme apoptosis dengan menekan protein-protein yang mendegradasi protein p53 yang merupakan suppressor kematian sel. Masing-masing jenis sel kanker memiliki karakteristik mekanisme aktivitas yang berbeda, oleh karena itu penelitian tahun 2 akan dilakukan uji aktivitas untuk mengetahui mekanisme molekuler sebagai antiproliferasi, apoptosis, dan siklus penghambatan senyawa ampelopsin H (2) dan beberapa fraksi yang menunjukkan sitotoksisitas tinggi terhadap sel Raji. Disamping itu juga akan dilakukan uji aktivitas ampelopsin H (2) terhadap sel Vero (sel normal) untuk mengkaji keamanan senyawa tersebut apabila digunakan untuk pengobatan kanker Kata Kunci: Oligoresveratrol; Hopea odorata; antiproliferative; apoptosis FMIPA, 2008 (PEND. KIMIA)

Item Type: Experiment/Research
Subjects: Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Kimia
Divisions: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Jurusan Pendidikan Kimia > Kimia
Depositing User: Eprints
Date Deposited: 10 Aug 2012 05:50
Last Modified: 10 Aug 2012 05:50
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/3880

Actions (login required)

View Item View Item