RELEVANSI STANDAR KOMPETENSI TEKNIK PENGECORAN LOGAM DALAM MATA PELAJARAN PRODUKTIF DI SMK DENGAN STANDAR KOMPETENSI DI INDUSTRI PENGECORAN LOGAM DI KABUPATEN KLATEN

ALIK , SRIONO (2011) RELEVANSI STANDAR KOMPETENSI TEKNIK PENGECORAN LOGAM DALAM MATA PELAJARAN PRODUKTIF DI SMK DENGAN STANDAR KOMPETENSI DI INDUSTRI PENGECORAN LOGAM DI KABUPATEN KLATEN. S1 thesis, UNY.

[img]
Preview
Text (Document)
ABSTRACT.pdf

Download (41kB) | Preview

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat relevansi standar kompetensi dibidang pengecoran logam aluminium dan besi cor dalam mata pelajaran produktif di SMK dengan standar kompetensi yang dibutuhkan di industri pengecoran logam saat ini. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan metode penelitian survey. Waktu pelaksanaa penelitian dimulai bulan Oktober 2010 hingga Maret 2011 (6 bulan), yang dilaksanakan di SMK N 2 Klaten, SMK Batur Jaya 1 Klaten, CV Bonjor Jaya, CV Teknika Jaya dan Koperasi Batur Jaya Klaten. Obyek penelitian ini berupa standar kompetensi pengecoran logam yang diajarkan maupun yang dibutuhkan di masing-masing lokasi penelitian. Tahapan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini meliputi tahap persiapan, observasi, tahap perijinan, tahap pengumpulan data, tahap analisis data, dan terakhir tahap pembuatan laporan. Metode yang digunakan untuk pengumpulan data adalah dengan menggunakan angket, dokumentasi dan wawancara tidak terstruktur , sedangkan analisa data menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif persentase yang diterjemahkan dalam distribusi skor dan hasil akhir akan dikonversi sesuai kriteria penilaian yang telah ditentukan. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa: (1) kompetensi pengecoran logam di Sekolah Menengah Kejuruan yang bersumber dari kurikulum SMK teknik pengecoran logam sudah diajarkan kepada siswa sebesar 84% untuk aspek hard skill dan 71% untuk aspek soft skill nya, (2) kompetensi pengecoran logam yang dibutuhkan industri sudah masuk dalam kurikulum untuk SMK teknik pengecoran logam sebesar 74 % untuk aspek hard skill dan 64 % untuk aspek soft skill, (3) kompetensi di SMK dalam aspek hard skill secara realistis memiliki tingkat relevansi sebesar 50 % untuk kriteria sangat relevan dan 50 % untuk kriteria relevan, serta untuk aspek soft skill memiliki tingkat relevansi sebesar 79 % untuk kriteria sangat relevan dan 21 % untuk kriteria relevan dengan kompetensi yang dibutuhkan industri di bidang pengecoran logam.

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: Teknik & Teknologi > Teknik Mesin
Divisions: Fakultas Teknik > Jurusan Teknik Mesin > Pendidikan Teknik Mesin
Depositing User: Eprints
Date Deposited: 10 Aug 2012 05:50
Last Modified: 10 Aug 2012 05:50
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/3845

Actions (login required)

View Item View Item