LAPORAN KEGIATAN PENELITIAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) DINAS PENDIDIKAN, PEMUDA, DAN OLAHRAGA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PELAKSANAAN PROGRAM PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI PADA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (ABK) DI KOTA YOGYAKARTA

AMRINA ROSADA, AMRINA ROSADA (2014) LAPORAN KEGIATAN PENELITIAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) DINAS PENDIDIKAN, PEMUDA, DAN OLAHRAGA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PELAKSANAAN PROGRAM PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI PADA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (ABK) DI KOTA YOGYAKARTA. LAPORAN PPL.

[img]
Preview
Text
ISI LAPORAN.pdf

Download (618kB) | Preview

Abstract

Setiap warga negara berhak memperoleh pendidikan yang layak sesuai dengan minat dan bakat yang dimilikinya tanpa memandang status sosial, ekonomi, ras, suku dan agama yang dianutnya, tak terkecuali anak berkebutuhan khusus. Anak berkelainan atau sering juga disebut dengan anak berkebutuhan khusus merupakan anak yang mengalami kondisi yang berbeda dari anak-anak normal pada umumnya, kelainan tersebut dalam hal fisik, mental, maupun karakter perilaku sosialnya. Sekolah Luar Biasa (SLB) adalah lembaga pendidikan formal yang memberikan pelayanan pendidikan khusus kepada anak berkebutuhan khusus. Dengan kondisi kelainan yang dialami, anak berkebutuhan khusus membutuhkan pendidikan dan pelayanan secara khusus sesuai dengan kondisi kelainan dan perkembangan anak. Pendidikan kesehatan reproduksi merupakan suatu hal yang penting untuk dipelajari seorang anak karena anak membutuhkan kemampuan untuk memelihara diri menjada kesehatan dan kebersihan dan mengingat anak akan menjadi calon Bapak/Ibu sehingga mendapatkan pendidikan kesehatan reproduksi dengan benar. Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan salah satu lembaga yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pendidikan. Oleh karena itu Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga DIY melaksanakan pelatihan dan pendidikan kesehatan reproduksi bagi guru-guru yang menangani anak-anak berkebutuhan khusus sebagai wahana pengembangan, peningkatan dan pelayanan yang prima dalam pembelajaran khususnya kesehatan reproduksi kepada peserta didik yang berkebutuhan khusus. Program Pelatihan pendidikan kesehatan Reproduksi bagi guru-guru bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme dan kompetensi guru-guru SLB yang memberikan bekal pengetahuan dan kesehatan reproduksi kepada peserta didik, Membangkitkan dan mendorong guru agar dalam melaksanakan tugasnya senantiasa memperhatikan kesehatan dan pengetahuan peserta didik dalam merawat dirinya. Setelah mengikuti pelatihan tersebut guru diharapkan dapat menjadi pusat informasi dan pembimbing dalam hal kesehatan reproduksi bagi anak-anak. Peranan guru sangat penting dalam memberikan pendidikan dan bimbingan kepada anak berkebutuhan khusus. Program pendidikan kesehatan reproduksi dilaksanakan dari tahap perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan tindak lanjut yang dilakukan guru setelah mengikuti program pelatihan pendidikan kesehatan reproduksi. Evaluasi dilakukan untuk melihat sejauh mana keberhasilan program tersebut dan dampaknya terhadap anak berkebutuhan khusus di sekolah luar biasa. Pelaksanaan pendidikan kesehatan reproduksi di sekolah luar biasa berupa pendidikan dan bimbingan khusus mengenai kesehatan reproduksi, cara menjaga kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, haid dan kehamilan, masa puber dan remaja, permasalahan remaja dan penanggulangannya. Kegiatan kesehatan reproduksi disekolah mengalami berbagai hambatan, diantaranya kurang tersedianya sarana dan prasarana dan kurang dukungan dari orang tua.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Anak Berkebutuhan Khusus, Sekolah Luar Biasa, Pendidikan Kesehatan Reproduksi.
Subjects: LPPMP - Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan
Divisions: LPPMP - Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan
Depositing User: LPPMP UNY
Date Deposited: 26 Jul 2016 04:48
Last Modified: 26 Jul 2016 04:48
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/37576

Actions (login required)

View Item View Item