EVALUASI PELAKSANAAN PRAKTIK KERJA INDUSTRI (PRAKERIN) SMK KELAS XII KOMPETENSI KEAHLIAN PEMASARAN DI SMK N 1 TEMPEL TAHUN AJARAN 2010/2011

, Vivin Novia Nurhania (2011) EVALUASI PELAKSANAAN PRAKTIK KERJA INDUSTRI (PRAKERIN) SMK KELAS XII KOMPETENSI KEAHLIAN PEMASARAN DI SMK N 1 TEMPEL TAHUN AJARAN 2010/2011. S1 thesis, uny.

[img]
Preview
Text
6667.pdf

Download (10Kb) | Preview

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan praktik kerja industri yang mencakup: (1) evaluasi input: a) kesiapan peserta didik, b) kinerja guru mata pelajaran produktif, c) kesiapan sarana dan prasarana; (2) evaluasi proses: a) kinerja peserta didik, b) kinerja guru pembimbing; (3) evaluasi produk: kesiapan kerja peserta didik; (4) mengidentifikasi kendala yang ada dalam pelaksanaan praktik kerja industri. Penelitian ini merupakan jenis penelitian evaluasi program dengan pendekatan model Stake. Penelitian ini dilakukan di SMK N 1 Tempel kompetensi keahlian pemasaran. Subjek penelitian ini adalah 66 peserta didik dan 12 guru pembimbing. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah angket dengan pertanyaan tertutup dan terbuka. Uji validitas instrumen dilakukan dengan menggunakan rumus korelasi product moment dari Karl Pearson. Reliabilitas instrumen dianalisis dengan uji keterandalan koefisien Alpha Cronbach. Data yang terkumpul dianalisis dengan teknik deskriptif kuantitatif menggunakan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa evaluasi pelaksanaan praktik kerja industri (Prakerin) di SMK N 1 Tempel kompetensi keahlian pemasaran secara keseluruhan yang meliputi: (1) evaluasi input: a) kesiapan peserta didik dalam kategori baik (83%); b) kinerja guru mata pelajaran produktif dalam kategori baik (94%); c) sarana prasarana dalam kategori baik (58%); (2) evaluasi proses: a) kinerja peserta didik dalam kategori baik (83%); b) kinerja guru pembimbing dalam kategori baik (54%); (3) evaluasi produk: a) kesiapan kerja peserta didik dalam kategori baik (86%); (4) Kendala peserta didik adalah kurangnya pengarahan dari instruktur di industri serta pemberian perintah yang bertubi-tubi, pekerjaan yang monoton, mahalnya biaya prakerin termasuk biaya transportasi ke lokasi prakerin maupun tambahan biaya untuk kos, kurangnya waktu prakerin yang hanya 2 bulan, materi prakerin yang berbeda antar sekolah dan di industri, namun perbedaan ini hanya sebatas pada keluasan cakupannya. Kendala guru pembimbing adalah keterbatasan biaya dari sekolah, kurangnya dukungan dari pemerintah khususnya dinas pendidikan, kurangnya intensitas pertemuan antara guru pembimbing dengan instruktur dari industri, kendala lain adalah adanya pihak yang menganggap praktik kerja industri sebagai rutinitas saja, kendala umum ruang praktik belum bisa dikelola dengan baik

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: Pendidikan > Pendidikan Kejuruan
Ilmu Sosial > Ekonomi > Ekonomi
Divisions: Fakultas Ekonomi > Pendidikan Ekonomi
Depositing User: Eprints Depositor
Date Deposited: 20 Jun 2012 08:00
Last Modified: 20 Sep 2012 09:13
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/369

Actions (login required)

View Item View Item