PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS-GAMES-TOURNAMEN (TGT) UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN SISWA KELAS V SD NEGERI 1 SEDAYU, BANTUL

Maigina, Ain (2016) PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS-GAMES-TOURNAMEN (TGT) UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN SISWA KELAS V SD NEGERI 1 SEDAYU, BANTUL. S1 thesis, PGSD.

[img] Text
Ain Maigina.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB)

Abstract

Keaktifan siswa sangat penting bagi keberhasilan pembelajaran. Namun keaktifan siswa kelas V di SD Negeri 1 Sedayu masih tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar PKn siswa kelas V SD Negeri 1 Sedayu dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Teams-Games-Tournament (TGT). Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Desain penelitian tindakan kelas menggunakan desain Kemmis dan Mc.Taggart yang terdiri dari empat tahapan pelaksanaan, yaitu penyusunan rencana, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek enelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 1 Sedayu yang berjumlah 30 siswa. Metode pengumpulan data yang dilakukan pada penelitian ini adalah observasi dan tes. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TGT dapat meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar PKn siswa. Pada pra tindakan siswa belum mengikuti pembelajaran dengan baik. Siswa cenderung pasif dan diam ketika diberi pertanyaan. Hasil observasi keaktifan belajar siswa menunjukkan 36,7% masuk kategori baik. Data yang diperoleh dari sekolah menunjukkan prestasi belajar siswa sebesar 53,3% telah mencapai KKM sebesar 75. Pada siklus I, keaktifan belajar siswa meningkat. Hasil observasi menunjukkan keaktifan siswa pada pertemuan 1 sebesar 67,7% masuk kategori baik dan pada pertemuan 2 sebesar 73,3%. Prestasi belajar yang diukur pada akhir siklus menunjukkan 76,6% siswa telah mencapai KKM. Pada siklus II, proses pembelajaran lebih kondusif dan lancar. Keterlibatan siswa dalam pembelajaran lebih dominan dari siklus sebelumnya. Siswa tidak merasa bingung dalam penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT. Hasil observasi menunjukkan keaktifan siswa pada pertemuan 1 telah memenuhi kriteria keberhasilan yaitu sebesar 80% dan pada pertemuan 2 sebesar 100%. Prestasi belajar yang diukur pada akhir siklus menunjukkan 90% siswa telah mencapai KKM. Kata kunci: model pembelajaran kooperatif tipe TGT, keaktifan, prestasi belajar.

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: Pendidikan > Pra Sekolah dan Sekolah Dasar > Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Ilmu Sosial > Kewarganegaraan dan Hukum
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) > PGSD - Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Depositing User: Admin PGSD FIP
Date Deposited: 14 Jul 2016 02:32
Last Modified: 30 Jan 2019 09:51
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/36383

Actions (login required)

View Item View Item