ANALISIS PROGRAM BIDANG PENDIDIKAN DALAM KAMPANYE CALON PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN TAHUN 2014 BERDASARKAN PEMBERITAAN MEDIA CETAK

AGUNG, DWI (2016) ANALISIS PROGRAM BIDANG PENDIDIKAN DALAM KAMPANYE CALON PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN TAHUN 2014 BERDASARKAN PEMBERITAAN MEDIA CETAK. S1 thesis, FIS.

[img] Other (Skripsi Digital)
SKRIPSI FULL 10401244009.swf - Published Version

Download (1MB)
Official URL: http://library.fis.uny.ac.id

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Program di bidang pendidikan yang ditawarkan dalam kampanye para calon Presiden periode 2014-2019 berdasarkan pemberitaan media massa, (2) relevansi program yang ditawarkan terhadap permasalahan pendidikan di Indonesia, dan (3) keberpihakan media terhadap salah satu pasangan calon presiden dalam menyampaikan berita. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan dokumentasi dan wawancara. Teknik pemeriksaan keabsahan data dengan cross check data antara dokumentasi dan wawancara. Subjek penelitian ditentukan dengan teknik purposive yaitu 2 ahli ilmu pendidikan Dr. Arif Rohman dan Dr. Dwi Siswoyo, serta 3 media cetak nasional antara lain Kompas, Media Indonesia, dan Republika. Analisis data menggunakan critical discourse analysis model Norman Fairclough. Hasil penelitian menunjukkan (1) program bidang pendidikan Prabowo-Hatta antara lain peningkatan kesejahteraan guru, memeratakan kualitas pendidikan, pendidikan 12 tahun gratis, mendorong trio helix dengan dana 10 triliun rupiah, alokasi dana 150 juta rupiah per sekolah, meningkatkan efisiensi belanja pendidikan, dan mendorong keberadaan pusat-pusat keunggulan. Jokowi-Kalla menjanjikan pembentukan karakter sejak dini, mewajibkan perusahaan asing di Indonesia untuk transfer teknologi, pendidikan 12 tahun gratis, pengintegrasian pendidikan karakter kedalam mata pelajaran, mendukung sertifikasi guru dan evaluasi ujian nasional. (2) Relevansi program penyamarataan alokasi anggaran untuk sekolah dengan masalah pendidikan dinilai kurang, seharusnya berangkat dari kebutuhan sekolah. Peningkatan kesejahteraan guru relevan diikuti evaluasi dan pemerataan distribusi sumber daya guru. Program peningkatan karakter dan program peningkatan teknologi relevan namun harus didasarkan pandangan bahwa teknologi bukan tujuan tapi sarana untuk mencapai tujuan. (3) Keberpihakan harian Kompas terlihat dalam beberapa edisi memuat berita pro pasangan Jokowi-Kalla dan lebih banyak mengiklankan pasangan tersebut. Harian Media Indonesia cenderung memuat berita-berita pro Jokowi-Kalla, berita-berita yang menyerang Prabowo-Hatta dan memuat iklan kampanye Jokowi-Kalla saja. Harian Republika lebih banyak memasang iklan kampanye Prabowo-Hatta, memilih tidak memberitakan pelanggaran kampanye Prabowo-Hatta, serta memproduksi berita yang dimaksudkan mengangkat elektabilitas pasangan tersebut. Kata Kunci: Program pendidikan, calon Presiden 2014, media cetak

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: Ilmu Sosial > Hukum
Ilmu Sosial > Politik
Ilmu Sosial > Kewarganegaraan dan Hukum
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Kewarganegaraan dan Hukum
Depositing User: Admin Pendidikan Kewarganegaraan FIS
Date Deposited: 08 Jun 2016 00:57
Last Modified: 08 Jun 2016 00:57
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/34043

Actions (login required)

View Item View Item