BIODEGRADASI POLIURETAN HASIL SINTESIS DARI MINYAK KEDELAI, POLIOKSIETILEN GLIKOL MASSA MOLEKUL 400 (PEG400) YANG DIREAKSIKAN DENGAN METILEN-4,4’-DIFENILDIISOSIANAT (MDI)

Eli , Rohaeti, Dr (2011) BIODEGRADASI POLIURETAN HASIL SINTESIS DARI MINYAK KEDELAI, POLIOKSIETILEN GLIKOL MASSA MOLEKUL 400 (PEG400) YANG DIREAKSIKAN DENGAN METILEN-4,4’-DIFENILDIISOSIANAT (MDI). S1 thesis, UNY.

[img]
Preview
Text
Eli_Rohaeti.pdf

Download (9kB) | Preview

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk: (1) mempelajari perubahan karakter minyak kedelai sesudah proses oksidasi dengan larutan KMnO4 30% (m/v), (2) mensintesis poliuretan dari minyak kedelai sebelum dan sesudah dioksidasi, PEG400 dan MDI serta menentukan keberadaan ikatan silang dalam poliuretan hasil sintesis dari minyak kedelai sebelum dan sesudah dioksidasi, PEG400, dan MDI, (3) mempelajari pengaruh lama inkubasi terhadap degradabilitas poliuretan sesudah dibiodegradasi, (4) menentukan kristalinitas poliuretan sebelum dan sesudah biodegradasi. Poliuretan disintesis dari minyak kedelai (Soybean Oil/ SBO) dan minyak kedelai teroksidasi (Oxydated Soybean Oil/ OSBO) dengan PEG400 dan MDI pada temperatur kamar diikuti proses curing selama 10 jam pada temperatur 70 0C, dan dilanjutkan pada temperatur 100 0C selama 3 jam. Sintesis dilakukan dengan komposisi perbandingan massa SBO/ OSBO : PEG400 : MDI = 1 : 2 : 3. Biodegradasi poliuretan dilakukan dengan mengunakan mikroorganisme berasal dari lumpur aktif dalam media malka padat dengan temperatur inkubasi 37 0C. Variasi waktu inkubasi berturut-turut adalah 5, 10, 15. 20, 25, dan 30 hari, dengan penggantian media setiap 5 hari. Karakterisasi poliuretan meliputi penentuan (1) gugus fungsi dengan FTIR, (2) keberadaan ikatan silang melalui uji derajat penggembungan, (3) kehilangan massa setelah dibiodegradasi, (4) laju kehilangan massa, dan (5) derajat kristalinitas dengan mengunakan X-Ray Diffraction (XRD). Hasil oksidasi minyak kedelai meningkatkan intensitas serapan gugus -OH, bilangan hidroksil, massa jenis, titik leleh dan titik didih, sedangkan indeks bias mengalami penurunan. Poliuretan hasil sintesis memiliki serapan khas gugus uretan dan ikatan silang. Poliuretan dari OSBO-PEG400-MDI memiliki ikatan silang lebih banyak. Dengan meningkatnya lama inkubasi terjadi penurunan laju kehilangan massa dan laju paling tinggi pada hari ke-5 inkubasi. Spektrum FTIR poliuretan setelah biodegradasi menunjukkan hilangnya puncak khas gugus uretan dari poliuretan. Hasil penentuan kehilangan massa menunjukkan poliuretan dari SBO-PEG400-MDI memiliki total kehilangan massa paling tinggi. Hasil XRD menunjukkan bahwa biodegradasi menurunkan derajat kristalinitas poliuretan. Kata kunci: biodegradasi, kehilangan massa, kristalinitas, poliuretan. FMIPA, 2008 (PEND. KIMIA)

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Kimia
Divisions: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Jurusan Pendidikan Kimia > Kimia
Depositing User: Eprints
Date Deposited: 08 Aug 2012 18:00
Last Modified: 29 Jan 2019 15:38
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/3397

Actions (login required)

View Item View Item