Fenomena Single Pofessional Women di Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta

Istiningsih, . (2016) Fenomena Single Pofessional Women di Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta. S1 thesis, FIS.

[img] Other (Skripsi Digital)
Skripsi Full 12413244004.swf - Published Version

Download (3MB)

Abstract

Secara fisik perempuan dengan karir mapan tidak sulit untuk mendapatkan pasangan, namun melihat faktanya tidak sedikit dari mereka yang masih melajang atau disebut sebagai Single Professional Women, seperti halnya yang terjadi di Kabupaten Sleman yang diikuti meningkatnya angka wanita yang belum menikah yaitu 8,02 persen pada tahun 2010 dan 9,2 persen tahun 2015. Hal ini menimbulkan berbagai pertanyaan terkait alasan yang membuat wanita karir memilih hidup melajang. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang melatarbelakangi Single Professional Women hidup melajang kemudian bagaimana kehidupan mereka tanpa adanya pasangan serta bagaimana interaksi dengan masyarakat umum di sekitarnya. Penelitan ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria yaitu wanita lajang bekerja minimal berumur 30 tahun, pendidikan minimal S1, berdomisili di Kabupaten Sleman, serta beberapa informan yang menjadi tetangga dekat Single Professional Women. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, serta dokumentasi. Validitas data yang digunakan adalah triangulasi sumber dan metode dan proses analisis data menggunakan analisis model interaktif Miles and Huberman, mulai dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, hingga proses penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan faktor internal Single Professional Women melajang adalah sulit menerima laki-laki apa adanya dan selalu melihat dari sudut kekurangan laki-laki, jalur pengenalan pasangan yang tidak lengkap dan kurang memanfaatkan relasi unit sosial untuk mendapatkan pasangan, aktivitas sosial yang rendah sehingga jumlah unit sosial yang dimiliki berkurang, mempunyai cita-cita hidup sukses dan berorientasi pada status tinggi terhadap pasangan. Sedangkan faktor eksternalnya adalah tidak adanya tekanan kolektif untuk memaksa menikah, rutinitas kesibukan kerja, cemas terhadap simbol status serta identifikasi orang tua secara ketat terhadap anak. Peran pasangan mereka pertukarkan dengan adanya keluarga dan sahabat, mereka jadikan sebagai sumber kebahagiaan dan kekuatan. Mereka tetap membutuhkan orang lain, terlibat dalam kegiatan masyarakat sebagai bentuk interaksi dengan masyarakat umum. Bagi mereka melajang adalah sebuah pilihan bukan merupakan takdir. Kata Kunci: perempuan berkarir, Single Professional Women, dan perempuan hidup melajang.

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: Ilmu Sosial > Sosiologi Antropologi
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Sosiologi
Depositing User: Admin Pendidikan Sosiologi FIS
Date Deposited: 24 May 2016 00:21
Last Modified: 30 Jan 2019 09:16
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/33160

Actions (login required)

View Item View Item