Model Evaluasi Diri Sekolah Menengah Kejuruan Bertaraf Internasional (SMK-SBI)

Nuchron, Nuchron (2012) Model Evaluasi Diri Sekolah Menengah Kejuruan Bertaraf Internasional (SMK-SBI). S3 thesis, UNY.

[img] Text
disertasi-nuchron-08702261004.swf

Download (2MB)

Abstract

Tujuan utama penelitian ini adalah: (1) mengembangkan komponen-komponen evaluasi diri yang dapat dijadikan indikator untuk mengevaluasi SMK-SBI, sebagai dasar pengembangan sekolah; (2) mengembangkan model evaluasi diri yang dapat mewadahi atau mencakup komponen-komponen untuk meningkatkan kinerja SMK-SBI; (3) mengetahui model evaluasi diri yang efektif dan dapat memberikan hasil evaluasi yang akurat dan informasi yang berharga untuk pengambilan keputusan, menunjukkan kelebihan, dan manfaat (merit & worth) program SMK-SBI bagi pemangku kepentingan (stake holder). Secara konseptual dan prosedural, model evaluasi diri yang dikembangkan pada penelitian ini mengacu pada tiga model, yakni: (1) Research and Development (R & D) yang dikembangkan Borg dan Gall; (2) Research and Development Stages (R & D) yang dikembangkan Krajewski dan Ritzman; dan (3) Research Development and Diffusion (RD & D) yang dikembangkan Havelock. Uji coba R & D dilakukan tiga tahap yakni: (1) uji coba pendahuluan diterapkan pada 10 orang subyek coba di SMKN 1 Bantul, SMKN 4 Yogyakarta, dan SMKN 5 Yogyakarta; (2) uji prototipe produk yang diterapkan pada 20 orang subjek coba di SMKN 1 Depok dan SMKN 1 Kalasan; (3) uji coba operasional yang diterapkan 30 subyek coba di SMKN 2 Pengasih, SMKN 2 Wonosari, dan SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta. Teknik pengumpulan data: angket, dokumentasi, observasi, dan wawancara. Validitas dan reliabilitas instrumen menggunakan penilaian para ahli (expert judgment), sedangkan keabsahan data kualitatif dilakukan dengan trianggulasi antar sumber, tempat, dan metode. Analisis data kuantitatif dengan teknik analisis deskriptif dan data kualitatif dengan model interaktif. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Model ED-SBI: (1) pengembangan komponen dan indikator evaluasi diri dilakukan melalui R&D, untuk menghasilkan komponen dan indikator kinerja sebagai inti (core) dari model ED-SBI dengan kajian konseptual, teoretik, dan empirik di lapangan melalui survai, FGD, dan teknik Delphi; (2) interaksi positif antar pakar pendidikan dan praktisi pendidikan dalam memberikan judgment komponen dan indikator kinerja sekolah yang terdiri dari sepuluh komponen dan tiga puluh sembilan indikator kinerja sekolah merupakan kesepakatan bersama, yang akan digunakan sebagai dasar pengembangan instrumen ED-SBI; (3) model ED-SBI hasil pengembangan memiliki kepekaan, efektivitas, akuratsi, presisi terhadap obyek yang diteliti, dan dapat mengungkap data yang dibutuhkan; (4) model ED-SBI hasil pengembangan dapat memberikan informasi yang tepat bagi stakeholder, melalui instrumen yang digunakan dapat memberikan seluruh informasi yang berkaitan dengan implementasi komponen dan indikator kinerja sekolah; (5) tingkat koherensi instrumen ED-SBI ketika digunakan dapat memberikan informasi yang saling mendukung dan melengkapi antara data kuantitatif dan kualitatif; (6) kelebihan dibanding instrumen BAS Nas dan SNP signifikan, instrumen ED-SBI bersifat komprehensif, holistik, mudah dilakukan, efektif, mendukung persiapan akreditasi sekolah, dan penjaminan mutu sekolah.

Item Type: Thesis (S3)
Uncontrolled Keywords: model evaluasi diri, Sekolah Menengah Kejuruan Bertaraf Internasional
Subjects: Pendidikan > Pendidikan Kejuruan
Divisions: Program Pascasarjana > Pendidikan Teknologi dan Kejuruan
Depositing User: Users 57 not found.
Date Deposited: 26 Apr 2016 10:03
Last Modified: 29 Jan 2019 03:37
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/31923

Actions (login required)

View Item View Item