Pengaluran dalam Novel Pisungsung Kang Wingit Karya Atas S. Danusubroto

-, Suharni (2012) Pengaluran dalam Novel Pisungsung Kang Wingit Karya Atas S. Danusubroto. S1 thesis, Universitas Negeri Yogyakarta.

[img]
Preview
Text
Suharni 07205241022.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaluran, fungsi estetika dan hubungan antar unsur alur dalam novel Pisungsung Kang Wingit karya Atas S. Danusubroto. Selain itu, Penelitian ini untuk memberikan pengetahuan mengenai pengaluran menggunakan teori Robert Stanton. Subjek penelitian ini adalah novel Pisungsung Kang Wingit karya Atas Danusubroto. Pendekatan yang digunakan pendekatan objektif dengan menggunakan teknik analisis struktural. Data yang diperoleh dengan menggunakan teknik pembacaan dan pencatatan. Penelitian ini menggunakan validitas semantik. Reliabilitas yang digunakan reliabilitas intrarater yaitu melihat dan mengkaji ulang data agar mendapat data yang konsisten serta reliabilitas interrater yaitu melakukan tanya jawab dengan dosen pembimbing. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pengaluran meliputi: (1) Pisungsung Kang Wingit mempunyai 42 episode, episode berfungsi untuk memperjelas alur cerita, bahwa alur dalam novel ini adalah alur linier tetapi diselipkan alur sorot balik, (2) subplot menunjukan ada 2 subplot yaitu subplot yang menceritakan masa lalu mbok Sembol dan menceritakan kisah Ningsih setelah putus dari Supriyanto, (3) novel ini menjadikan konflik internal sebagai konflik utama, konflik internal berupa hubungan percintaan yang terjadi diantara Supriyanto dan Tilarsih yang terhalang oleh status dan latar belakang, sedangkan konflik eksternal misalnya berupa Supriyanto kecewa dengan Ningsih yang telah memutusnya secara sepihak. Klimaks yang terdapat dalam novel ini saat semua wanita yang pernah dicintainya Supriyanto bermunculan dan membuat Supriyanto bimbang, anti klimaks adalah kematian tragis Supriyanto (4) hubungan sebabakibat antar peristiwa terangkai jelas, hukum-hukum alur seperti plausibe, surprise, dan suspense mendukung cerita novel ini sehingga menciptakan efek estetika. Wujud surprise dalam novel PKW diawal cerita pengarang menampilkan Supriyanto sebagai tokoh yang berpendidikan dan keturunan piyayi luhur, tetapi diakhir cerita ia meninggal dunia secara tragis, sedangkan Tilarsih, merupakan tokoh yang ditampilkan sebagai anak jadah, dibenci oleh orang-orang di desanya dan tidak berpendidikan tinggi tetapi diakhir cerita Tilarsih menjadi seorang wanita yang tegar dan berhasil menata hidupnya. Suspense dalam novel ini misalnya diawal cerita pengarang menampilkan Tilarsih yang lahir tanpa kehadiran seorang ayah, pembaca dibuat penasaran tentang latar belakang Tilarsih. Secara keseluruhan dari masing-masing unsur dan hukum alur saling mendukung untuk menciptakan efek estetika. Temuan dalam novel ini adalah pengarang mengandalkan hukum alur yang berupa suspense untuk mencapai estetika.

Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: pengaluran, Novel Pisungsung Kang Wingit
Subjects: Bahasa dan Sastra > Bahasa dan Sastra Jawa
Divisions: Fakultas Bahasa dan Seni > Pendidikan Bahasa Jawa
Depositing User: Admin Pendidikan Bahasa Jawa FBS
Date Deposited: 12 Apr 2016 07:30
Last Modified: 12 Apr 2016 07:30
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/30917

Actions (login required)

View Item View Item