PRASANGKA SOSIAL TERHADAP SALAFI DI YOGYAKARTA

DAMAYANTI, MELVIA (2016) PRASANGKA SOSIAL TERHADAP SALAFI DI YOGYAKARTA. S1 thesis, FIS.

[img] Other (Skripsi Digital)
SKRIPSI .swf - Published Version

Download (4MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Prasangka Sosial Terhadap Salafi di Yogyakarta. Lingkup penelitian ini yaitu interaksi masyarakat dan anggota salafi di Yogyakarta. Prasangka sosial yang terjadi pada salafi dan dampaknya juga turut serta menjadi cakupan penelitian. Dampak yang ditimbulkan yaitu meliputi dampak positif dan negatif. Kajian tentang prasangka sosial Salafi di Yogyakarta ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Informan penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan beberapa kriteria yaitu bukan anggota salafi, tidak pernah menjadi anggota salafi, tinggal di sekitar markas Salafi, tetangga rumah maupun desa Salafi di Yogyakarta. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara. Proses analisis data penelitian ini menggunakan analisis model interaktif Miles dan Hubberman, mulai dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, hingga proses penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa prasangka masyarakat terhadap salafi tidak berdasarkan landasan fakta. Kategorisasi sosial, kompetisi, dan faktor lingkungan adalah penyebab timbulnya prasangka. Prasangka tumbuh dan berkembang dikarenakan informasi yang diterima dari keluarga, teman, media massa, dan tokoh agama masih simpang siur. Prasangka yang terjadi mengarah pada diskriminasi yang menimbulkan konflik antara warga dan anggota Salafi. Warga tidak ingin Salafi yang sebagian besar pendatang menguasai dan mendominasi wilayahnya. Warga yang berprasangka banyak yang menghindar dari Salafi sebagai loyalitas terhadap kelompoknya. Seiring berjalannya waktu warga mulai mengenal Salafi dan prasangka yang terjadi lambat laun melebur. Warga mulai menerima kehadiran mereka bahkan melibatkannya dalam beberapa kegiatan masyarakat setempat. Kurangnyainformasi yang diperoleh masyarakat menimbulkan prasangka. Desas-desus dan kecurigaan mengakibatkan pelabelan terhadap kelompok yang sering melakukan konflik belum sepenuhnya hilang. Prasangka sosial terhadap salafi tidak sesuai landasan yang jelas dan tidak terbukti kebenarannya. Hal ini diketahui sendiri oleh setelah warga melakukan interaksi langsung dan mengenal dengan anggota salafi. Kata kunci: Prasangka Sosial, Salafi, Interaksi Sosial

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: Ilmu Sosial > Sosiologi Antropologi
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Sosiologi
Depositing User: Admin Pendidikan Sosiologi FIS
Date Deposited: 05 Apr 2016 01:28
Last Modified: 30 Jan 2019 07:04
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/30633

Actions (login required)

View Item View Item