Gerakan Nasional Orang Tua Asuh (GN-OTA) Di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (2007-2010)

Assari, Fahmi All (2015) Gerakan Nasional Orang Tua Asuh (GN-OTA) Di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (2007-2010). S1 thesis, FIS.

[img] Other (Skripsi Digital)
Skripsi GN-OTA 10406244023.swf - Published Version

Download (8MB)

Abstract

Gerakan Nasional Orang Tua Asuh (GN-OTA) merupakan gerakan sosial masyarakat yang di Instruksikan Presiden Soeharto pada tahun 1996. GN-OTA tersebar diseluruh Provinsi termasuk D.I Yogyakarta, dengan mengusung visi dan misi menyukseskan Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun (Wajar Dikdas). Tujuan penulisan ini adalah mengetahui (1) kondisi umum pendidikan di Provinsi D.I Yogyakarta; (2) pelaksanaan GN-OTA; (3) kendala-kendala yang dialami GN-OTA di Provinsi D.I Yogyakarta pada tahun 2007-2010. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah kritis yang mencangkup lima langkah. Langkah pertama, pemilihan topik penelitian; langkah kedua, heuristik atau pengumpulan sumber adalah pengumpulan data yang digunakan dalam penulisan skripsi baik primer maupun sekunder; yang ketiga kritik sumber yaitu penentuan otentitas dan kredibilitas sumber; Langkah keempat, interpretasi atas sumber yang dijabarkan sebelumnya. Kemudian yang terakhir langkah kelima, historiografi yaitu penyampaian sintesis dalam bentuk penulisan sejarah ke dalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) masih terdapat angka fluktuatif anak putus sekolah pada jenjang pendidikan dasar (Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama) yang disebabkan oleh faktor ekonomi dan kurangnya pemerataan fasilitas pendidikan; (2) GN-OTA teroganisir menjadi sebuah lembaga yaitu LGN-OTA, pelembagaan GN-OTA untuk mengatur landasan hukum, anggaran dan pelaksanaanya. Pilar utama lembaga GN-OTA adalah partisipasi masyarakat berupa dana yang didistribusikan kepada siswa yang membutuhkan dengan kuota dan besaran nominal yang telah ditentukan. Penyerahan dana bantuan secara simbolis di serahakan di masing-masing Kabupaten dan Kota, pengelolaan dana bantuan diserahkan kepada kebijakan sekolah atau wali kelas yang dimonitoring oleh pihak LGN-OTA; (3) Minimnya fasilitas, personil dan anggaran GN-OTA berakibat pada kurangnya efektifitas kegiatan lembaga, dengan jumlah bantuan yang terbatas hanya sebagian kecil calon anak asuh dari jumlah keselurahan yang mendapat bantuan dari GN-OTA. Kurangnya promosi kepada masyarakat berakibat memudarnya citra GN-OTA untuk berkiprah menyukseskan program Wajar Dikdas dalam dunia pendidikan di Indonesia. Kata kunci: GN-OTA, Yogyakarta, 2007-2010

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: Ilmu Sosial > Sejarah
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Sejarah
Depositing User: Admin Pendidikan Sejarah FIS
Date Deposited: 11 Mar 2016 01:38
Last Modified: 30 Jan 2019 06:51
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/30250

Actions (login required)

View Item View Item