Studi Fenomenologi Budaya Pondok Tremas di Era Globalisasi

Mukodi, Mukodi (2014) Studi Fenomenologi Budaya Pondok Tremas di Era Globalisasi. S3 thesis, UNY.

[img] Text
disertasi-mukodi-11703261006.pdf
Restricted to Registered users only

Download (34MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengkaji dan menganalisis budaya yang dibangun di Pesantren Tremas, sehingga ia tetap bertahan di tengah himpitan arus perubahan sosial era globalisasi, dan (2) untuk mengkaji dan menganalisis adaptasi yang dilakukan Pesantren Tremas terhadap tuntutan perubahan kehidupan, mulai dari pergeseran nilai-nilai, politik, ekonomi, bahkan sosial budaya di era globalisasi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang dilakukan dengan menggunakan pendekatan fenomenologi. Model penelitian ini menggunakan interaksi simbolik. Interaksi simbolis mengejar makna dibalik yang sensual, mencari phenomena yang lebih esensial daripada sekadar gejala. Fokus penelitian ini adalah Pondok Pesantren Tremas, di Kecamatan Arjosari Kabupaten Pacitan. Yakni, seluruh aktifitas budaya kehidupan warga Pesantren Tremas yang di dalamnya meliputi, kiai, keluarga kiai, santri dalem, santri, pengurus, ustad, alumni, dan tokoh masyarakat yang memahami budaya Pesantren Tremas. Key informan sekaligus kiai yang diamati di Pesantren Tremas adalah KH. Fuad Habib, dan KH. Luqman Harist Dimyathi. Metode pengumpulan meliputi tiga tahap, yakni: (i) tahap pra lapangan; (ii) tahap di lapangan; dan (iii) tahap analisis data. Analisis data melalui intensionalitas; intersubjectivity; refleksi atau intuisi; dan transendental logic. Penelitian di rancang selama satu tahun mulai dari pembuatan proposal, pelaksanaan sampai laporan penelitian. Hasil penelitian ini menemukan bahwa: 1) budaya yang dibangun dan diperankan di Pesantren Tremas, sehingga ia tetap bertahan di tengah himpitan arus perubahan sosial era globalisasi pada hakikatnya akibat dari lima praktik budaya yang dikembangkan dan dilestarikan secara konsisten, yakni: a) budaya keilmuan; b) budaya keagamaan; c) budaya sosial; d) budaya politik; dan e) budaya interprenur. Lima budaya tersebut pun saling berkelindan, kait mengait antar budaya satu dengan budaya lainnya, sehingga membentuk basis budaya di Pondok Tremas itu sendiri; 2) bahwa adaptasi Pondok Tremas terhadap tuntutan perubahan kehidupan, mulai dari pergeseran nilai-nilai, politik, ekonomi, dan sosial budaya di era globalisasi diejohwantahkan melalui tiga komponen secara simultan dan kontinu, yakni: a) melalui sistem pendidikan Pondok Tremas; b) respon warga pondok terhadap modernisasi; dan c) adaptasi Pondok Tremas dalam arus perubahan sosial. Namun demikian, penelitian ini masih memiliki beberapa kelemahan, utamanya sulitnya peneliti melepaskan baju subyektifitas kedirian, dan bidang kajian yang hanya pada aspek budaya pondok itu sendiri. Rekomendasi untuk studi selanjutnya, di antaranya perlu adanya penelitian dalam pendekatan dan tinjauan dalam perspektif yang lain, sehingga potret Pondok Tremas lebih komprehensif. Selain itu, perlu adanya penelitian yang sifatnya komparatif antara Pondok Tremas dan pondok pesantren lainnya yang mempunyai derajat dan karakter yang sepadan, sehingga dapat membandingkan kedalaman pondok keduanya.

Item Type: Thesis (S3)
Uncontrolled Keywords: budaya, Pesantren Tremas, globalisasi
Subjects: Filsafat. Psikologi. Agama > Agama
Pendidikan > Filsafat dan Sosiologi Pendidikan
Filsafat. Psikologi. Agama > Studi Islam
Divisions: Program Pascasarjana > Ilmu Pendidikan
Depositing User: Users 57 not found.
Date Deposited: 04 Mar 2016 01:58
Last Modified: 19 Jan 2022 03:41
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/30168

Actions (login required)

View Item View Item