EKSPLOITASI PERTANIAN MASA PENDUDUKAN JEPANG DI SURAKARTA (1942-1945)

Endryani, Lyta (2015) EKSPLOITASI PERTANIAN MASA PENDUDUKAN JEPANG DI SURAKARTA (1942-1945). S1 thesis, Fakultas Ilmu Sosial.

[img] Slideshow
skripsi 11406241037.swf

Download (7MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui eksploitasi pertanian yang dilakukan Jepang di Surakarta. Mengetahui besarnya permintaan dan penyerahan padi di Surakarta. Produksi pertanian yang dikuasai oleh Pemerintah Jepang meyebabkan rakyat di Surakarta menderita. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang meliputi empat langkah: pertama, heuristik yaitu mengumpulkan dan mencari sumber baik itu primer maupun sekunder. Sumber ini merupakan bahan utama yang menjadi bukti terjadinya suatu peristiwa. Kedua, kritik yaitu melakukan kritik ekstern yang meneliti keaslian data dari kondisi luar sumber dan kritik intern unuk meneliti kebenaran isi sumber. Ketiga, interpretasi yaitu menafsirkan, diagi dalam dua macam yaitu analisis dan sinesis yang berarti menguraikan dan menyatukan. Keempat, historiografi yaitu penyajian penelitian dalam bentuk tulisan. Pedesaan Jawa khususnya Surakarta dengan tanahnya yang subur dan penduduknya banyak, dianggap mempunyai potensi ekonomi yang tinggi. Kebutuhan yang besar terhadap tersedianya bahan pangan terutama padi mengharuskan Pemerintahan Jepang megeksploitasi secara intensif produksi pertanian dari petani. Penduduk mempunyai kewajiban untuk menanam bahan pangan dan menyerahkan kepada Pemerintah Jepang. Eskploitasi yang dilakukan oleh Pemerintahan Jepang merupakan upaya pemenuhan kebutuhan militer. Eksploitasi pertanian yang dilakukan oleh Pemerintahan Jepang diantaranya penyerahan padi, pengumpulan gaplek, dan penanaman wajib. Padi diserahkan melalui koperasi pertanian atau kumiai. Kumiai banyak yang melakukan kecurangan. Hasil panen yang telah diserahkan mereka curi, sehingga masyarakat harus menyerahkan hasil panennya lagi. Pengumpulan gaplek dilakukan saat musim kemarau, karena padi sulit untuk ditanam. Petani diwajibkan menyerahkan gaplek untuk dijadikan makanan pengganti beras. Penanaman jarak digunakan sebagai bahan bakar pesawat. Penduduk Surakarta yang sudah menyerahkan biji Jarak tidak dihargai dengan sejumlah uang tetapi ditukar dengan beberapa liter minyak tanah. Penurunan hasil pertanian mengakibatkan penduduk mengalami kekurangan pangan dan banyak menimbulkan kematian. Kata kunci: Eksploitasi Pertanian, Surakarta, Pendudukan Jepang.

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: Ilmu Sosial > Sejarah
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial, Hukum dan Ilmu Politik (FISHIPOL) > Pendidikan Sejarah
Depositing User: Admin Pendidikan Sejarah FIS
Date Deposited: 21 Jan 2016 01:31
Last Modified: 30 Jan 2019 06:03
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/29198

Actions (login required)

View Item View Item