Keefektifan Model Inquiry dan Discovery dengan Pendekatan Saintifik dalam Pembelajaran Geografi Ditinjau dari Locus of Control di SMA Kabupaten Pemalang

Pangestika, Ratna Pramudian (2015) Keefektifan Model Inquiry dan Discovery dengan Pendekatan Saintifik dalam Pembelajaran Geografi Ditinjau dari Locus of Control di SMA Kabupaten Pemalang. S2 thesis, UNY.

[img] Text
tesis-ratna-pramudian-pangestika-13705251011.swf

Download (4MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan model pembelajaran inquiry dan discovery dalam peningkatan hasil belajar siswa, baik untuk siswa yang mempunyai Locus of Control internal maupun yang mempunyai Locus of Control eksternal, serta mengetahui interaksi penggunaan model pembelajaran dan Locus of Control dalam mempengaruhi hasil belajar geografi. Penelitian kuasi eksperimen ini menggunakan factorial design 2x2. Variabel terikatnya adalah hasil belajar geografi, dan variabel bebasnya adalah model pembelajaran, serta variabel kontrol adalah Locus of Control. Sampel penelitian adalah siswa kelas X IIS 5 di SMA Negeri 1 Comal sebagai kelas eksperimen yang dipilih secara random dan di SMA Negeri 1 Ulujami sebagai kelas kontrol yang dipilih secara purposive. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner untuk menjaring data Locus of Control, dan tes untuk mengukur hasil belajar geografi. Instrumen penelitian divalidasi secara logis melalui expert judgement, sedangkan validitas empiris dilakukan melalui tes pada kelompok setara kemudian dianalisis dengan Confirmatory Factor Analysis (CFA). Reliabilitas instrumen dianalisis dengan rumus Alpha Cronbach. Analisis data dilakukan dengan teknik Two-Way Analisis of Varians, pada taraf signifikasi 0,05. Perlakuan pembelajaran dilakukan sebanyak 4 kali pertemuan masing-masing 90 menit. Hasil penelitian menunjukkan: 1) model inquiry lebih efektif dari pada model discovery dalam meningkatkan hasil belajar geografi pada aspek kognitif p = 0,020, aspek afektif p = 0,021, aspek psikomotor p = 0,023 pada α = 0,05/2 (nilai p < α = 0,05/2); 2) pada siswa dengan Locus of Control internal model inquiry tidak lebih efektif dari pada model discovery dalam meningkatkan hasil belajar geografi dengan aspek kognitif p = 0,953, aspek afektif p = 0,931, aspek psikomotor p = 0,999 pada α = 0,05/2 (nilai p > α = 0,05/2); 3) pada siswa dengan Locus of Control eksternal model inquiry lebih efektif dari pada model discovery dalam meningkatkan hasil belajar geografi dengan aspek kognitif p = 0,009, aspek afektif p = 0,000, aspek psikomotor p = 0,001 pada α = 0,05/2 (nilai p < α = 0,05/2); 4) terdapat interaksi antara model pembelajaran Locus of Control dalam mempengaruhi hasil belajar geografi diperoleh untuk aspek kognitif p = 0,002, aspek afektif p = 0,000, dan aspek psikomotor p = 0,001 pada α = 0,05/2 (aspek kognitif, afektif, psikomotor nilai p < α = 0,05/2). Model inquiry cocok untuk meningkatkan hasil belajar geografi secara umum dan lebih cocok pada siswa dengan Locus of Control eksternal. Model inquiry dan discovery dapat meningkatkan hasil belajar geografi pada siswa Locus of Control internal.

Item Type: Thesis (S2)
Uncontrolled Keywords: model inquiry, model discovery, locus of control, hasil belajar geografi
Subjects: Ilmu Sosial > Pendidikan IPS
Divisions: Program Pasca Sarjana > Program Pasca Sarjana: Pendidikan IPS
Depositing User: Perpustakaan Program Pascasarjana UNY
Date Deposited: 05 Jan 2016 03:05
Last Modified: 25 Feb 2016 06:50
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/28986

Actions (login required)

View Item View Item