PERANAN TATA PEMERINTAHAN DALAM PERKEMBaANGAN KOTA MAGELANG 1906-1942

Purnomo, Didi Hariyanto (2015) PERANAN TATA PEMERINTAHAN DALAM PERKEMBaANGAN KOTA MAGELANG 1906-1942. S1 thesis, Fakultas Ilmu Sosial.

[img] Other (FIS Digital)
SKRIPSI 11407144007.swf - Published Version

Download (2MB)

Abstract

Kota Magelang merupakan sebuah kota modern yang telah mucul sejak jaman Pemerintahan Kolonial Belanda. Perkembangan pesat yang terjadi pada wujud kota tak lepas dari kekuasaan gemeente dimana luasnya wewenang yang di berikan dari Pemerintahan Pusat kepada Pemerintahan Gemeente telah mendukung kebijakan-kebijakan yang strategis dalam pembangunan kota. Penelitian ini memiliki tiga tujuan. Pertama adalah untuk mengetahui kondisi Kota Magelang. Kedua, menjelaskan proses terbentuknya Gemeente Magelang. Ketiga, menjelaskan mengenai bagaimana dampak yang muncul dari adanya tata Pemerintahan Gemeente terhadap Perkembangan Kota Magelang 1906-1942. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah. Pertama, heuristik yang merupakan tahap pengumpulan data atau sumber-sumber sejarah sejaman yang dilakukan dengan menelusuri dokumen tertulis. Kedua, kritik sumber merupakan tahap pengkajian terhadap otentisitas dan kredibilitas sumber-sumber yang diperoleh yaitu dari segi fisik maupun isi sumber. Ketiga, interpretasi yaitu mencari keterkaitan makna yang berhubungan antara fakta-fakta yang telah diperoleh sehingga lebih bermakna. Keempat, historiografi atau penulisan yaitu penyampaian hasil penelitian dalam bentuk karya sejarah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa letak geografis Kota Magelang yang dikelilingi oleh gunung-gunung seperti Sindoro, Sumbing, Merbabu, dan Merapi kondisinya sangat strategis bagi keberadaan sebuah pemukiman. Keadaan penduduk Kota magelang yang begitu plural dengan semakin banyaknya orang Eropa yang tinggal di Kota Magelang telah mendorong interaksi yang dinamis. Tata pemerintahan yang telah dimiliki oleh Kota Magelang telah menjadikan daerah tersebut sangat penting dalam mobilisasi politik Kolonial Belanda. Magelang tumbuh sebagai daerah pedalaman di Jawa Tengah yang maju hingga dibentuk menjadi salah satu kota modern yang bercorak kolonial. Hal itu ditandai dengan dikeluarkannya keputusan pendirian daerah otonom Magelang yang tercantum dalam Staatsblad 1906 No. 125 yang telah membuat Kota Magelang memiliki kewenangan yang luas dalam mengatur perkembangan kota. Perbaikan demi perbaikan pemerintahan yang dilakukan Kolonial Belanda telah mendorong terjadinya perubahan di Kota Magelang. Dampak dari kekuasaan gemeente tidak hanya terasa pada golongan Eropa yang mendominasi kota saja melainkan juga masyarakat pribumi dapat menikmati fasilitas seperti: kesehatan, jalan, serta kehidupan yang lebih layak, meskipun hanya terbatas pada lingkup kota. Kata Kunci: Tata Pemerintahan, Perkembangan Kota, Magelang.

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: Ilmu Sosial > Sejarah
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial > Ilmu Sejarah
Depositing User: Admin Pendidikan Sejarah FIS
Date Deposited: 11 Nov 2015 03:12
Last Modified: 30 Jan 2019 05:21
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/28146

Actions (login required)

View Item View Item