Analisis Implementasi Kebijakan Beban Mengajar Guru Jenjang Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, dan Sekolah Menengah Kejuruan di Daerah Istimewa Yogyakarta

Widyawati, Anik septi (2015) Analisis Implementasi Kebijakan Beban Mengajar Guru Jenjang Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, dan Sekolah Menengah Kejuruan di Daerah Istimewa Yogyakarta. S2 thesis, UNY.

[img] Text
tesis-anik-septi-widyawati-13703254008.swf

Download (2MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan: (1) untuk mengkaji implementasi kebijakan terkait beban mengajar guru minimal 24 jam per minggu, (2) Mengetahui dampak kebijakan beban mengajar terhadap kualitas dan kinerja guru, dan (3) mengetahui faktor-faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan kebijakan beban mengajar guru di Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian kebijakan ini menggunakan pendekatan kualitatif, untuk menganalisis sejauh mana kebijakan beban mengajar guru bisa diterima di lingkungan pendidikan (guru dan sekolah) dan tidak menimbulkan gejolak dalam implementasinya, sehingga dapat memberikan dampak yang positif terhadap peningkatan kinerja guru. Subyek penelitian ini adalah guru PNS pada jenjang SMP, SMA, dan SMK. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara secara langsung apakah beban kerja guru sudah sesuai dengan kebutuhan di masing-masing sekolah dan studi dokumen dengan memahami regulasi dan referensi yang berkaitan dan mendukung dengan beban mengajar guru. Selanjutnya keabsahan data menggunakan trianggulasi sumber dan trianggulasi teknik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kebijakan beban mengajar guru minimal 24 jam per minggu masih relevan dilaksanakan di sekolah. Sebagian besar guru telah memenuhi beban mengajar tersebut, sehingga berhak memperoleh tunjangan profesi yang berdampak pada peningkatan kinerja guru. Faktor penghambat dalam keterlaksanaan kebijakan beban mengajar 24 jam per minggu adalah adanya kebijakan daerah yang mengkaitkan penerimaan tunjangan profesi dengan tingkat kehadiran guru di sekolah (Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman dan Kabupaten Kulonprogo). Apabila guru tidak masuk maka akan kehilangan tunjangan profesi pada bulan tersebut. Faktor pendukungnya adalah adanya penggunaan dua kurikulum yaitu Kurikulum 2006 dan Kurikulum 2013 yang akan sangat menentukan beban mengajar guru pada setiap mata pelajaran dan kebijakan pimpinan satuan pendidikan dalam pembagian jam mengajar akan sangat mempengaruhi pemenuhan beban mengajar guru per minggu.

Item Type: Thesis (S2)
Uncontrolled Keywords: beban mengajar, sertifikasi, tunjangan profesi
Subjects: Manajemen
Divisions: Program Pascasarjana > Manajemen Pendidikan
Depositing User: Perpustakaan Pascasarjana
Date Deposited: 29 Oct 2015 05:21
Last Modified: 09 May 2019 03:13
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/27757

Actions (login required)

View Item View Item