RUMAH ADAT PITU RUANG GAYO TAKENGON ACEH TENGAH PROVINSI ACEH

Arma, Hardiatha (2011) RUMAH ADAT PITU RUANG GAYO TAKENGON ACEH TENGAH PROVINSI ACEH. S1 thesis, Universitas Negeri Yogyakarta.

[img]
Preview
Text
Hardinata Arma, 07207241001.pdf

Download (2MB) | Preview

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan tentang makna rumah adat pitu ruang Gayo Takengon Aceh Tengah Povinsi Aceh. Gayo merupakan sebuah nama suku yang terletak di pedalaman provinsi Aceh, mereka terbagi kepada tiga daerah namun tetap merupakan satu kesatuan orang Gayo ( urang Gayo). Penelitian ini merupakan penelitian deskriftif kualitatif. Alat pengumpul data yang utama adalah instrumen penelitian yaitu p eneliti sendiri, Sumber data yang digunakan adalah para tokoh budayawan masyarakat Gayo yang memiliki pengetahuan dan pengalaman tentang seluk beluk rumah adat pitu ruang Gayo Takengon Aceh Tengah Provinsi Aceh. Metode dan teknik pengumpulan data dengan dokumentasi, observasi dan wawancara. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Mengecek keabsahan atas data yang diperoleh dilaksanakan melalui teknik trianggulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rumah adat pitu ruang yaitu dari nilai sejarahnya, karena rumah adat adalah lambang adat di tanah Gayo, serta setiap motif tersebut adalah lambang adat. Adapun motif -motif yang terdapat pada rumah adat yaitu: emun beriring, emun mutumpuk, emun berkune, emun berangkat, emun mupesir, puter tali, pucuk rebung, cucok penggong, sarak opat, lelayang, nege, iken, kurik. Secara umum motif tersebut adalah lambang adat, serta keinginan, harapan - harapan, cita-cita serta status kedudukan di tanah Gayo. Warna-warna yang terdapat pada rumah adat pitu ruang yaitu: warna kuning, merah, hijau, putih dan hitam. Warna-warna tersebut memiliki makna pelambang unsur -unsur utama yang terdapat dalam masyarakat Gayo, seperti kuning adalah warna raja, hijau adalah warna penasehat dan kesuburan, merah sebagai warna panglima dan darah masyarakat, putih lambang kesucian, kejujuran dan ulama, serta hitam melambangkan bumi dan masyarakat. Di samping itu penerapan warna dan motif tersebut merupakan gambaran dari prinsip-prinsip hidup dan adat orang Gayo secara umum, serta pelambang identitas kepemilikan kebudayaan itu sendiri

Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: rumah adat, gayo takengon, aceh tengah
Subjects: Seni dan Budaya > Seni Rupa
Divisions: Fakultas Bahasa dan Seni > Pendidikan Seni Kerajinan
Depositing User: Admin Pendidikan Seni Kerajinan FBS
Date Deposited: 27 Oct 2015 01:42
Last Modified: 27 Oct 2015 01:42
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/27620

Actions (login required)

View Item View Item