PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KEBERADAAN PANDEAN SEBAGAI TEMPAT SARANA PENGOBATAN TRADISIONAL DI DESA SOKO, KECAMATAN BAGELAN, KABUPATEN PURWOREJO

Novitasari, Resti (2011) PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KEBERADAAN PANDEAN SEBAGAI TEMPAT SARANA PENGOBATAN TRADISIONAL DI DESA SOKO, KECAMATAN BAGELAN, KABUPATEN PURWOREJO. S1 thesis, Fakultas Ilmu Sosial.

[img]
Preview
Text
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KEBERADAAN PANDEAN SEBAGAI TEMPAT SARANA PENGOBATAN TRADISIONAL DI DESA SOKO, KECAMATAN BAGELAN, KABUPATEN PURWOREJO.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Karakteristik kehidupan masyarakat perdesaan dapat dilihat dari adanya bentuk pemikiran yang cenderung bersifat tradisional dan adanya kepercayaan pada hal-hal bersifat mistik. Hal itu nampak pada sebagian masyarakat di Desa Soko, Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo. Masyarakat masih percaya pada hal-hal yang bersifat mistik. Salah satunya yakni percaya pada pengobatan tradisional Pandean, yang bersifat mistik dalam pengobatannya. Hal itu membuat peneliti ingin mengetahui bagaimana persepsi masyarakat terhadap keberadaan Pandean. Selain itu, peneliti juga ingin mengetahui mengenai sejarah Pandean dan faktor apa saja yang mendorong masyarakat memilih pengobatan di Pandean. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan sumber data primer warga masyarakat setempat, sesepuh yang bertugas mengobati di tempat sarana pengobatan tradisional Pandean, serta warga masyarakat yang berobat ke tempat sarana pengobatan tradisional Pandean. Selain itu, terdapat sumber data sekunder yang diperoleh melalui dokumentasi dan studi kepustakaan dengan bantuan media cetak dan media internet. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara tidak terstruktur, observasi langsung non partisipan sedangkan teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Adapun validitas data dalam penelitian ini menggunakan teknik triangulasi data, sedangkan analisis datanya menggunakan analisis interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa awalnya Pandean adalah tempat untuk memande besi yang dilakukan oleh Ki Wono Boyo Mangir dari Kerajaan Mataram. Dengan kesaktiannya, banyak orang yang meminta disembuhkan penyakitnya pada beliau. Suatu ketika beliau kembali ke Mataram dan akhirnya kesaktiannya diturunkan pada seorang sesepuh dan kemudian diwariskan pada anaknya hingga saat ini. Masyarakat memiliki persepsi yang bersifat positif terhadap keberadaan Pandean sebagai temp at sarana pengobatan tradisional. Mereka menganggap Pandean memberikan manfaat bagi masyarakat setempat dan sekitar. Faktor penyebab sebagian masyarakat memilih Pandean karena adanya faktor intern dan ekstern. Faktor intern meliputi adanya faktor kepercayaan yang kuat dan adanya rasa keingintahuan dari masyarakat. Adapun faktor ekstern yakni adanya faktor ekonomi, faktor budaya serta faktor tradisi yang sudah ada sejak lama dalam masyarakat. Kala Kunci: Persepsi, Pandean, Pengobatan Tradisional

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: Ilmu Sosial > Sosiologi Antropologi
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Sosiologi
Depositing User: Admin Pendidikan Sosiologi FIS
Date Deposited: 16 Oct 2015 03:29
Last Modified: 30 Jan 2019 04:01
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/27051

Actions (login required)

View Item View Item