KAJIAN SOSIOLOGIS TARI KONDAN MUDA MUDI DI DESA SEBONGKUH KABUPATEN SANGGAU PROVINSI KALIMANTAN BARAT

Putri Rahmawati, Putri (2015) KAJIAN SOSIOLOGIS TARI KONDAN MUDA MUDI DI DESA SEBONGKUH KABUPATEN SANGGAU PROVINSI KALIMANTAN BARAT. S1 thesis, Universitas Negeri Yogyakarta.

[img]
Preview
Text
SKRIPSI.pdf

Download (8MB) | Preview

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Kajian Sosiologis tari Kondan Muda Mudi di desa Sebongkuh, kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di desa Sebongkuh, pada tanggal 27 Maret sampai dengan 18 Mei 2015. Subjek penelitian adalah Camat Kembayan, ketua Dewan adat Dayak kecamatan Kembayan, ketua Sanggar Babei Juara di desa Sebongkuh, pelatih tari Kondan Muda Mudi, Kasi dan staf Taman Budaya Pontianak, seniman setempat, Kasi di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sanggau, penari tari Kondan Muda Mudi, pemusik tari Kondan Muda Mudi, dan masyarakat setempat. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi pastisipan, wawancara, dan dokumentasi. Guna memperoleh data yang valid, dilakukan uji keabsahan data dengan menggunakan metode triangulasi sumber. Dari data yang telah dikumpulkan, kemudian dianalisis dan ditarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menyebutkan bahwa secara sosiologis sebagai berikut: 1) Tari Kondan Muda Mudi terkait dengan pola kehidupan masyarakat desa Sebongkuh, dilihat dari geografi, pendidikan, sistem kepercayaan, adat istiadat, dan agama. 2) Tari Kondan Muda Mudi lahir dari kebiasaan masyarakat yang selalu menari saat mereka bekerja di ladang, mengingat sebagian besar masyarakat di sana matapencahariannya adalah petani. Tari Kondan Muda Mudi diperkirakan tercipta pada masa sebelum agama Islam masuk ke Indonesia. 3) Tari Kondan Muda Mudi mulai berkembang dan dikenal masyarakat luas saat ditarikan pada Upacara Adat Gawai, yang diadakan sekali setiap tahunnya. 4) Nilai yang dijunjung dalam tari Kondan ini adalah pendidikan etika dan kesopanan. Tari Kondan termasuk ke dalam rukun adat masyarakat Dayak, yaitu pada masa Mo’ Budjang atau remaja. Perbedaan agama tidak menjadikan tari kondan tidak dapat berkembang di desa sebongkuh, seluruh masyarakat dengan masing-masing keyakinannya memiliki toleransi yang sangat tinggi terhadap kesenian terutama tari dan upacara-upacara adat. 5) Tari Kondan Muda Mudi merupakan tarian yang digunakan sebagai sarana perkenalan antara laki-laki dan perempuan. 6) Tari Kondan Muda Mudi dapat ditarikan dimana saja dan kapan saja, terkecuali acara duka cita.

Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: Sosiologis, Tari Kondan Muda Mudi
Subjects: Seni dan Budaya > Seni Tari
Divisions: Fakultas Bahasa, Seni dan Budaya (FBSB) > Pendidikan Seni Tari
Depositing User: Admin Pendidikan Seni Tari FBS
Date Deposited: 31 Aug 2015 05:14
Last Modified: 30 Jan 2019 03:10
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/25683

Actions (login required)

View Item View Item