FUNGSI DAN MAKNA SIMBOLIK KERAJINAN TEPAK ADAT MORGE SIWE KAYUAGUNG SUMATERA SELATAN

Ali, Merky (2013) FUNGSI DAN MAKNA SIMBOLIK KERAJINAN TEPAK ADAT MORGE SIWE KAYUAGUNG SUMATERA SELATAN. S1 thesis, Universitas Negeri Yogyakarta.

[img]
Preview
Text
Merky Ali 09207241003.pdf

Download (12MB) | Preview

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fungsi dan makna simbolik kerajinan Tepak Adat Morge Siwe Kecamatan Kota Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Provinsi Sumatera Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriftif kualitatif. Sebagai subjek penelitian adalah kajian fungsi dan makna simbolik, dan yang dijadikan objek adalah sejenis benda pakai yaitu Tepak. Data diperoleh dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen penelitian adalah peneliti sendiri, dan dibantu dengan pedoman observasi, pedoman wawancara, dan pedoman dokumentasi serta alat elektronik recorder dan camera. Teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan metode peningkatan ketekunan pengamatan dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama dari segi fungsi, Tepak adalah sebagai keperluan antar keluarga digunakan pada upacara adat Morge Siwe, sebagai keperluan masyarakat kejenjang pemerintah dan keperluan antar pemerintah digunakan pada tari penguton untuk upacara ritual penyambutan tamu, sebagai lambang adat Morge Siwe gambar Tepak digunakan pada stempel Pembina adat, sebagai keperluan sehari-hari digunakan untuk tempat atau wadah ramuan makan sirih, dan sebagai keperluan pemenuhan rumah tangga digunakan untuk menghias lemari dan buffet. Kedua dari segi makna simbolik, Tepak sebagai simbol sarana pembuka bicara yang artinya menghormati lawan bicara, sebagai simbol penghormatan artinya dengan Tepak yang di sodorkan kita menghormati tamu, sebagai simbol penghargaan artinya dengan Tepak yang di sodorkan kita menghargai tamu, sebagai simbol kekuasaan artinya dengan Tepak yang disodorkan menunjukkan inilah budaya kami orang Kayuagung selalu dalam kehidupan saling menghormati dan menghargai, dan sebagai simbol utama adat suku Kayuagung atau Morge Siwe artinya diharuskan masyarakat pengguna adat bersikap sopan dalam berbicara, berbuat dan bertindak, dan santun dalam menyampaikan suatu pembicaraan terhadap pihak yang lain.

Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: Seni, Kerajinan, Tepak, Kayuagung, Sumatera Selatan
Subjects: Seni dan Budaya > Visual arts (General)
Divisions: Fakultas Bahasa dan Seni > Pendidikan Seni Kerajinan
Depositing User: Admin Pendidikan Seni Kerajinan FBS
Date Deposited: 20 Aug 2015 07:50
Last Modified: 20 Aug 2015 07:50
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/25343

Actions (login required)

View Item View Item