REGISTER DALAM PERTUNJUKAN “REOG NAWANGSIH” DI DUSUN SURULANANG, DESA KARANGDUWET, KECAMATAN PALIYAN, KABUPATEN GUNUNGKIDUL

Berlianingtyas, Rahajeng (2013) REGISTER DALAM PERTUNJUKAN “REOG NAWANGSIH” DI DUSUN SURULANANG, DESA KARANGDUWET, KECAMATAN PALIYAN, KABUPATEN GUNUNGKIDUL. S1 thesis, Universitas Negeri Yogyakarta.

[img]
Preview
Text
Rahajeng Berlianingtyas 08205241063.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk register yang terdapat dalam pertunjukan “Reog Nawangsih”. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mendeskripsikan fungsi register yang terdapat dalam pertunjukan “Reog Nawangsih”. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif yang memberikan gambaran/uraian tentang fenomena bahasa dalam register yang terdapat dalam pertunjukan “Reog Nawangsih”. Sumber data penelitian adalah pertunjukan “Reog Nawangsih” dan narasumber yang memahami secara mendalam tentang kesenian tersebut, baik pemimpin Reog Nawangsih, pembimbing Reog Nawangsih, maupun penonton Reog Nawangsih. Data diperoleh dengan simak bebas libat cakap serta metode cakap/wawancara. Metode simak bebas libat cakap digunakan saat pementasan berlangsung sedangkan metode wawancara digunakan untuk mendapatkan data yang dirasa masih kurang saat pertunjukan. Data dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif. Keabsahan data diperoleh dengan menggunakan teknik reliabilitas dan validitas dengan metode triangulasi sumber dan triangulasi teori. Dari analisis data yang dilakukan dihasilkan kesimpulan sebagai berikut : 1) Bentuk register yang terdapat dalam pertunjukan “Reog Nawangsih” meliputi dua bentuk, yaitu bentuk tunggal dan bentuk kompleks. Register bentuk kompleks meliputi bentuk pembubuhan imbuhan/afiks, bentuk pengulangan, dan bentuk pemajemukan. Bentuk kata berimbuhan dibagi menjadi tiga, yaitu awalan nasal {m-} dan {n-}, akhiran {-an}, dan konfiks (di-/-ke). 2) Fungsi register yang terdapat dalam kesenian “Reog Nawangsih” meliputi tiga fungsi, yaitu fungsi instrumental, fungsi hayal/imajinasi, dan fungsi informasi. Kedua hasil penelitian tersebut jika digabung menjadi seperti berikut. Bentuk tunggal atau kata dasar ini mempunyai dua fungsi, yaitu fungsi hayal/imajinasi dan fungsi informasi. Bentuk kompleks meliputi kompleks kata berimbuhan, kata ulang, dan kata majemuk. Bentuk kompleks kata berimbuhan dibagi lagi menjadi awalan N{m-} yang mempunyai fungsi instrumental, awalan N{n-} fungsi hayal, akhiran (-an) yang mempunyai fungsi hayal/imajinasi dan fungsi informasi, dan konfiks (di-/-ke) yang berfungsi informasi. Bentuk kompleks lain yang ditemukan adalah bentuk kata ulang dan kata majemuk. Bentuk kata ulang mempunyai fungsi informasi sedangkan bentuk kata majemuk mempunyai dua fungsi. Dua fungsi bentuk kata majemuk tersebut meliputi fungsi hayal/imajinasi serta fungsi informasi.

Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: register, reog nawangsih, dusun surulanang
Subjects: Bahasa dan Sastra > Bahasa Jawa > Bahasa Jawa
Divisions: Fakultas Bahasa dan Seni > Pendidikan Bahasa Jawa
Depositing User: Admin Pendidikan Bahasa Jawa FBS
Date Deposited: 19 Aug 2015 02:01
Last Modified: 19 Oct 2020 05:07
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/25153

Actions (login required)

View Item View Item