Reggae sebagai Sub-Culture (Studi Kasus Komunitas Wonosobo Reggae Bersatu di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah)

Shihabudin, Imam (2015) Reggae sebagai Sub-Culture (Studi Kasus Komunitas Wonosobo Reggae Bersatu di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah). S1 thesis, Fakultas Ilmu Sosial.

[img] Other (FIS Digital)
full skripsi 10413244011.swf - Accepted Version

Download (4MB)

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai Komunitas Wonosobo Reggae Bersatu yang ada di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui komunitas Wonosobo Reggae Bersatu memaknai reggae sebagai sebuah subkultur; 2) mengetahui manifestasi Komunitas Wonosobo Reggae Bersatu sebagai subkultur. Penelitian ini menggunakan teknik kualitatif deskriptif. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling dan snowball sampling yang sesuai dengan tujuan peneliti, pengambilan sampling ini peneliti menentukan ketua komunitas WRB sebagai informan utama dan anggota komunitas WRB yang direkomendasikan informan utama. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Validitas data menggunakan teknik triangulasi yaitu menggunakan triangulasi sumber. Analisis data menurut Miles dan Huberman yang dilakukan dengan beberapa tahap yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data kemudian dilakukan penarikan kesimpulan hasil penelitian. Berdasarkan hasil penelitian, reggae bukan hanya jenis musik. Reggae sarat dengan perjuangan terhadap penjajahan ras kulit hitam oleh ras kulit putih. Seiring perkembangan jaman, meredanya diskriminasi ras mengakibatkan pergeseran reggae ke arah perdamaian yang lebih universal. Namun, penampilan reggae masih identik dengan reggae pada umumnya. Reggae masih identik dengan rambut gimbal dan warna merah kuning hijaunya. gaya berpakaian komunitas WRB hampir sama dengan komunitas reggae pada umumnya. Gaya berpakaian komunitas WRB sebagai identitas dan simbol bagi anggota komunitas WRB. Namun, gaya berpakaian reggae komunitas WRB memiliki makna yang berbeda dengan rastafarian yang merupakan akar reggae. Sementara itu, gaya hidup reggae komunitas WRB berbeda dengan masyarakat pada umumnya. Perbedaannya terletak pada nilai dan norma sebagai pedoman hidup sehari-hari. Namun, reggae telah menjadi subkultur dalam masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan reggae telah menjadi tren dikalangan anak muda di Wonosobo. Sedangkan manifestasi reggae sebagai subkultur telah dilakukan melalui gerakan-gerakan yang dilakukan melalui kegiatan-kegiatannya. Sebagai salah satu budaya baru yang berkembang di Wonosobo, WRB senantiasa melakukan akulturasi guna menjaga eksistensinya. Kata kunci : komunitas, subkultur, reggae

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: Ilmu Sosial > Sosiologi Antropologi
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Sosiologi
Depositing User: Admin Pendidikan Sosiologi FIS
Date Deposited: 23 Jul 2015 01:14
Last Modified: 30 Jan 2019 01:14
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/23666

Actions (login required)

View Item View Item