PERAN KULTUR SEKOLAH DALAM MEMINIMALISASI KENAKALAN REMAJA DI MAN YOGYAKARTA III

NINGSIH, INDRA RAHAYU (2015) PERAN KULTUR SEKOLAH DALAM MEMINIMALISASI KENAKALAN REMAJA DI MAN YOGYAKARTA III. S1 thesis, Fakultas Ilmu Sosial.

[img] Other (FIS Digital)
SKRIPSI FULL INDRA 11413244021.swf - Accepted Version

Download (8MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui dan mendeskripsikan kultur sekolah, 2) mengetahui dan mendeskripsikan peran kultur sekolah dalam meminimalisasi kenakalan remaja di MAN Yogyakarta III. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Pengambilan sampel penelitian menggunakan teknik purposive sampling dimana sampel yang ditentukan berdasarkan kriteria tertentu. Sampel penelitian terdiri dari kepala sekolah, wali kelas, guru BK, siswa, dan karyawan yang berprofesi sebagai satpam. Proses analisa data penelitian ini menggunakan analisis model interaktif Miles dan Huberman, mulai dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, hingga proses penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kultur sekolah di MAN Yogyakarta III mampu memberikan kenyamanan bagi warganya. Hal tersebut ditunjukkan melalui artifak fisik yang berupa kondisi lingkungan sekolah, akses terhadap sekolah, taman, tata gedung, interior, tata ruang, ruang bimbingan konseling, alat pendukung olahraga, alat penunjang ekstrakurikuler, laboratorium, kantin sekolah, dan masjid. Artifak perilaku ditunjukkan warga sekolah melalui penampilan, keterlibatan dalam kegiatan sekolah, keterlibatan dalam upacara sekolah, dan interaksi antar warga sekolah. Sedangkan nilai dan keyakinan dilihat peneliti melalui kebanggaan terhadap sekolah, perwujudan visi dan misi sekolah, penghargaan terhadap warga sekolah, kompetisi berprestasi, inovasi yang dilakukan oleh guru, slogan, dan penerapan nilai di sekolah. Artifak fisik dan perilaku menunjukkan bahwa MAN Yogyakarta III memiliki kultur yang mengarah pada kultur positif, namun masih terdapat kekurangan pada nilai dan keyakinan. Warga sekolah belum sepenuhnya paham visi dan misi sekolah serta masih kurangnya penghargaan terhadap guru berprestasi. Kultur sekolah berperan meminimalisasi kenakalan remaja melalui interaksi yang baik antar warga sekolah, pelayanan bagi siswa melalui tim bimbingan konseling, pembinaan karakter siswa melalui tujuh penerapan nilai utama sekolah, penghargaan bagi siswa dan siswi, pengoptimalan aktivitas siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler, pemasangan slogan-slogan yang mendidik, dan lingkungan yang kondisif untuk kegiatan belajar mengajar. Kata kunci: kultur sekolah MAN Yogyakarta III, kenakalan remaja.

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: Ilmu Sosial > Sosiologi Antropologi
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Sosiologi
Depositing User: Admin Pendidikan Sosiologi FIS
Date Deposited: 23 Jul 2015 00:24
Last Modified: 30 Jan 2019 01:13
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/23656

Actions (login required)

View Item View Item