TINDAK TUTUR DIREKTIF DALAM INTERAKSI BELAJAR MENGAJAR MATA PELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DI SMA NEGERI 1 MLATI SLEMAN YOGYAKARTA

Yahya, Iwan Khairi (2013) TINDAK TUTUR DIREKTIF DALAM INTERAKSI BELAJAR MENGAJAR MATA PELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DI SMA NEGERI 1 MLATI SLEMAN YOGYAKARTA. S1 thesis, Universitas Negeri Yogyakarta.

[img]
Preview
Text
Iwan Khairi Yahya 08201244053.pdf

Download (5MB) | Preview

Abstract

Tindak tutur direktif merupakan aspek penting yang digunakan dalam interaksi belajar mengajar. Oleh karena itu, perlu diperhatikan pemakaian tindak tutur direktif yang dituturkan guru dan siswa. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan jenis dan fungsi tindak tutur direktif dalam interaksi belajar mengajar mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di SMA Negeri 1 Mlati, Sleman, Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah teknik SBLC (Simak Bebas Libat Cakap) dan teknik rekam. Analisis data menggunakan teknik padan pragmatik. Penentuan jenis dan fungsi tindak tutur direktif dalam interaksi belajar mengajar mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia didasarkan pada indikator jenis dan fungsi tindak tutur direktif yang diturunkan dari teori Ibrahim. Hasil penelitian pada interaksi belajar mengajar mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di SMA Negeri 1 Mlati menunjukkan bahwa penggunaan jenis pertanyaan dan fungsi bertanya lebih banyak digunakan, apabila dibandingkan dengan penggunaan jenis dan fungsi tindak tutur direktif yang lain. Hal tersebut dapat dilihat pada deskripsi hasil penelitian yang menunjukkan bahwa jenis pertanyaan dengan fungsi bertanya lebih dominan dipakai dengan jumlah 315 tuturan dari jumlah 826 tuturan direktif. Jenis tindak tutur direktif yang ditemukan meliputi jenis permintaan, pertanyaan, perintah, larangan, pemberian izin, nasihat. Fungsi tindak tutur direktif yang ditemukan meliputi fungsi: meminta, memohon, berdoa, bertanya, menginterogasi, menginstruksikan, menghendaki, menuntut, mengarahkan, mensyaratkan, melarang, membatasi, menyetujui, menganugrahi, memaafkan, membolehkan, menyarankan, menasehati, meminta dan menuntut, meminta dan mengarahkan, mengajak dan berdoa, mengarahkan dan bertanya, mengarahkan dan menuntut, mengarahkan dan menasehati, dan yang terakhir membolehkan dan menyarankan.

Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: tindak tutur direktif dan interaksi belajar mengajar
Subjects: Bahasa dan Sastra > Bahasa dan Sastra Indonesia
Divisions: Fakultas Bahasa dan Seni > Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia > Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Depositing User: Admin Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FBS
Date Deposited: 10 Jul 2015 03:54
Last Modified: 10 Jul 2015 03:54
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/23286

Actions (login required)

View Item View Item