PERBANDINGAN KARAKTERISTIK ANTARA TOKOH PANAKAWAN WAYANG KULIT PURWA GAYA YOGYAKARTA DENGAN WAYANG UKUR KARYA SIGIT SUKASMAN

Suyanto, Eko (2012) PERBANDINGAN KARAKTERISTIK ANTARA TOKOH PANAKAWAN WAYANG KULIT PURWA GAYA YOGYAKARTA DENGAN WAYANG UKUR KARYA SIGIT SUKASMAN. S1 thesis, Universitas Negeri Yogyakarta.

[img]
Preview
Text
Eko Suyanto 04207241005.pdf

Download (4MB) | Preview

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi, dan mendeskripsikan perbedaan dan persamaan tokoh panakawan Semar, Gareng, Petruk, Bagong antara wayang kulit purwa gaya Yogyakarta dengan panakawan Wayang Ukur karya Sigit Sukasman. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif, yakni sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data diskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan yang didapatkan dari latar (setting) secara utuh atau holistik. Subjek penelitian adalah tokoh panakawan Semar Gareng Petruk Bagong wayang ukur dan wayang kulit purwa gaya Yogyakarta. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah penelitian sendiri (human instrumen). Teknik analisa data menggunakan analisa data kualitatif melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan panakawan kanan dengan wayang ukur: (1) Semar wayang ukur bentuknya oval, kepala lebih kecil, agak terlalu tengadah, perutnya lebih besar dari pantatnya, sungginganya warna coklat, tangan dan kaki berbeda kanan kirinya, sedangkan Semar gaya Yogyakarta bentuk bulat, kepala besar, tidak terlalu tengadah, perutnya seimbang dengan pantatnya, sunggingan warna putih, tangan dan kaki kanan kiri sama, (2) Gareng wayang ukur bentuk kurus, kepala lebih kecil, hidung lebih besar, mata melolok, punggung sampai pantat berbentuk seperti huruf S, sungginganya warna coklat, tangan dan kaki berbeda kanan kirinya dan jangkahan lebar sedangkan Gareng gaya Yogyakarta bentuk tambun, kepala besar, melihat ke bawah, perutnya bulat, sunggingan warna putih dan pantat tertutup kain semua, tangan dan kaki kanan kirinya sama, (3) Petruk wayang ukur kurus lebih tinggi, kepala lebih kecil hidung lebih panjang, punggung sampai pantat berbentuk seperti huruf S, memakai sampur, sungginganya warna coklat, tangan dan kaki berbeda kanan kirinya, jangkahan lebar sedangkan Petruk gaya Yogyakarta lebih gemuk kepala besar, perutnya bulat, pusernya menyembul dekat kaki, sunggingan warna putih, tangan dan kaki sama kanan kirinya, (4) Bagong wayang ukur gemuk, kepala rata, diatas hidung lebih cekung, punggung sampai pantat berbentuk seperti huruf S, punggung agak ke atas, sungginganya warna coklat, tangan dan kaki berbeda kanan kirinya, sedangkan Bagong gaya Yogyakarta tambun, gemuk, kepala besar, perutnya bulat, sunggingan warna putih, tangan dan kaki sama kanan kirinya.

Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: karakteristik, panakawan, wayang ukir
Subjects: Seni dan Budaya > Arts in general
Divisions: Fakultas Bahasa dan Seni > Pendidikan Seni Kerajinan
Depositing User: Admin Pendidikan Seni Kerajinan FBS
Date Deposited: 08 Jul 2015 06:49
Last Modified: 30 Jan 2019 00:54
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/22982

Actions (login required)

View Item View Item