PEMIKIRAN MOHAMMAD NATSIR TENTANG ISLAM DAN DASAR NEGARA

HERGUITA IMMAS RASPATI, . (2012) PEMIKIRAN MOHAMMAD NATSIR TENTANG ISLAM DAN DASAR NEGARA. S1 thesis, UNY.

[img]
Preview
Text
Jurnal Herguita Immas Raspati 08406241033.pdf

Download (191kB) | Preview

Abstract

Mohammad Natsir adalah tokoh intelektual, pejuang, politikus, ulama, sekaligus seorang negarawan yang dimiliki bangsa Indonesia. Perjuangan M. Natsir dan sumbangsihnya bagi negara banyak mengalami pasang surut, mulai dari jasa-jasa terhadap bangsanya sampai dimusuhi oleh pemerintah karena pemikiran dan tindakannya yang dianggap membelot. Tujuan dari penulisan skripsi ini adalah untuk: (1) mengetahui latar belakang kehidupan Mohammad Natsir, (2) mengetahui pemikiran Mohammad Natsir tentang Islam (3) memberikan penjelasan pemikiran Mohammad Natsir tentang dasar negara. Penulisan skripsi ini menggunakan metode sejarah menurut Kuntowijoyo yang terdiri dari lima langkah, yakni: (1) Pemilihan topik, merupakan bagian penting dan merupakan awal dari penulisan sejarah, (2) Heuristik, merupakan tahap dimana peneliti melakukan pelacakan dan pengumpulan sumber, (3) Kritik sumber, digunakan untuk mendapatkan keabsahan dari sumber-sumber yang sudah didapatkan, (4) Interpretasi, yaitu penafsiran fakta-fakta sejarah yang menjadi satu kesatuan dan menurut kaidah yang sudah ditentukan, (5) Historiografi, merupakan tahap akhir yang dilakukan penulis dalam menyajikan semua fakta-fakta yang ada. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa M. Natsir lahir dari kalangan keluarga yang religius. Dorongan untuk mempelajari agama dari kedua orang tua M. Natsir begitu kuat. Pagi hari beliau harus belajar di sekolah, sore belajar agama di madrasah diniyah untuk belajar bahasa arab, dan malam hari mengaji. Dalam rangka memajukan pendidikan di Indonesia, M. Natsir berusaha mewujudkan pendidikan yang universal, tidak barat dan tidak timur. Semua yang baik akan diterima meskipun datangnya dari barat, dan semua yang buruk akan disingkirkan meskipun datangnya dari timur. Dalam bidang dakwah Islam, beliau berusaha memajukan serta meningkatkan mutu dakwah Islam di Indonesia. M. Natsir mengemukakan beberapa permasalahan dakwah, seperti Islamophobia, Hubbud Dun-ya, serta memberikan Modus Vivendi sebagai jalan keluar bagi permasalahan yang terjadi antara umat Islam dengan umat Kristen. Menurut M. Natsir, Islam mempunyai sifat-sifat yang sempurna untuk dapat dijadikan sebagai dasar bagi suatu negara, termasuk Indonesia. Islam sebagai agama yang dianut oleh sebagian besar masyarakat Indonesia, mempunyai sifat-sifat yang sempurna bagi kehidupan bernegara dan bermasyarakat, serta menjamin keragaman hidup antar berbagai golongan. Kata Kunci : Pemikiran M. Natsir, Islam, Dasar Negara.

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: Ilmu Sosial > Sejarah
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Sejarah
Depositing User: Admin Pendidikan Sejarah FIS
Date Deposited: 07 Jul 2015 01:25
Last Modified: 30 Jan 2019 00:48
URI: http://eprints.uny.ac.id/id/eprint/22752

Actions (login required)

View Item View Item